KEPADATAN SATWA MANGSA HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) DI AREA KONSERVASI PROF. SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO, KABUPATEN SOLOK SELATAN, PROVINSI SUMATERA BARAT
Kemal, Muhammad Gery
Kepadatan Satwa Mangsa Harimau Sumatera di
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Kabupaten Solok Selatan Provinsi
Sumatera Barat. Dibimbing oleh Hadinoto, S.Hut. M.Si dan Muhammad Ikhwan,
S.Hut. M.Si
Populasi Harimau Sumatera mengalami penurunan drastis dan sulit di
temukan keberadaanya hal ini diduga disebabkan oleh Rusaknya habitat Harimau
Sumatera yang telah berubah menjadi tutupan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan
perkebunan masyarakat seperti sawit dan karet.
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo ( AK-PSD ) yang
berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS ) memiliki
beberapa jenis satwa seperti Kijang, Babi Hutan, dan Landak. Namun belum terdata
secara pasti hal ini yang membuat peneliti melakukan penelitian di Area Konservasi
Prof. Sumitro Djojohadikusumo sebagai pedoman dalam pelestarian Harimau
Sumatera dan satwa liar lainnya agar keberlangsungan ekosistem yang baik
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo merupakan Kawasan High
Conservation Value yang di kelola oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo berlokasi
di Nagari Talao Sei. Kunyit Kabupaten Solok Selatan di dalam areal (HGU) Hak
Guna Usaha PT. Tidarr Kerinci Agung dengan luas ± 2.400 ha. Tujuan dari penelitian
ini adalah: 1). Mengidentifikasi jenis-jenis satwa mangsa Harimau Sumatera yang ada
di hutan Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo. 2). Menghitung
kelimpahan jenis satwa mangsa Harimau Sumatera.
Penelitian ini adalah penelitian anaslisis survey dengan analisis tingkat
perjumpaan satwa mangsa, kepadatan satwa mangsa serta menghitung keragaman
jenis satwa mangsa Harimau Sumatera dengan indeks keragaman Shannon wiener.
Metode penelitian ini adalah Consentration Count dengan menggunakan kamera
jebakan. Dengan menggunakan kaemra jebakan diharapkan hasil pengamatan
menjadi lebih maksimal di karenakan tidak mengganggu kehidupan satwa liar
dihabitatnya.
Berdarkan penelitian ini diperoleh terdapat 11 jenis satwa mangsa Harimau
Sumatera yang ditemukan di Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
Terdiri dari Beruk (Macaca nemestrina), Babi Hutan (Sus scrofa), Babi Jenggot (Sus
barbatus), Beruang (Herlactos malayanus), Rusa (Cervus unicolor), Kijang
(Muntiacus muntjak), Landak (Hystrix brachyura), Tapir (Tapirus indicus) Simpai
Sumatera (Presbytis melalophos), Anjing Ajag (Cuan alpinus) dan Kuau Raja
(Argusianus argus) Namun dalam pengamatan langsung banyak satwa yang berada di
sekitar lokasi penelitian seperti Monyet Ekor Panjang, Owa Ungko yang
mengeluarkan suara serta lutung kelabu yang pengamatan perjumpaan langsung.
Satwa yang Mempunyai kepadatan tertinngi di Area Konservasi Sumitro
Djojohadikusumo yaitu Babi Hutan dan Beruk masing-masing dengan nilai 0,0237
ekor/ha dan 0,0187ekor/ha. Dan nilai kepadatan terendah yaitu Satwa Beruang,
Anjing Ajag, Musang dan Landak dengan nilai 0,0004 ekor/ha. Dengan
keanekaragaman jenis satwa mangsa Harimau di Area Konservasi Prof. Sumitro
2
Djojohadikusumo berdasarkan indeks Shannon adalah 1,4 yaitu sedang dengan tolak
ukur bahwa produktiftas cukup, kondisi ekologis cukup seimbang dan tekanan
ekologis sedang
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Kabupaten Solok Selatan Provinsi
Sumatera Barat. Dibimbing oleh Hadinoto, S.Hut. M.Si dan Muhammad Ikhwan,
S.Hut. M.Si
Populasi Harimau Sumatera mengalami penurunan drastis dan sulit di
temukan keberadaanya hal ini diduga disebabkan oleh Rusaknya habitat Harimau
Sumatera yang telah berubah menjadi tutupan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan
perkebunan masyarakat seperti sawit dan karet.
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo ( AK-PSD ) yang
berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS ) memiliki
beberapa jenis satwa seperti Kijang, Babi Hutan, dan Landak. Namun belum terdata
secara pasti hal ini yang membuat peneliti melakukan penelitian di Area Konservasi
Prof. Sumitro Djojohadikusumo sebagai pedoman dalam pelestarian Harimau
Sumatera dan satwa liar lainnya agar keberlangsungan ekosistem yang baik
Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo merupakan Kawasan High
Conservation Value yang di kelola oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo berlokasi
di Nagari Talao Sei. Kunyit Kabupaten Solok Selatan di dalam areal (HGU) Hak
Guna Usaha PT. Tidarr Kerinci Agung dengan luas ± 2.400 ha. Tujuan dari penelitian
ini adalah: 1). Mengidentifikasi jenis-jenis satwa mangsa Harimau Sumatera yang ada
di hutan Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo. 2). Menghitung
kelimpahan jenis satwa mangsa Harimau Sumatera.
Penelitian ini adalah penelitian anaslisis survey dengan analisis tingkat
perjumpaan satwa mangsa, kepadatan satwa mangsa serta menghitung keragaman
jenis satwa mangsa Harimau Sumatera dengan indeks keragaman Shannon wiener.
Metode penelitian ini adalah Consentration Count dengan menggunakan kamera
jebakan. Dengan menggunakan kaemra jebakan diharapkan hasil pengamatan
menjadi lebih maksimal di karenakan tidak mengganggu kehidupan satwa liar
dihabitatnya.
Berdarkan penelitian ini diperoleh terdapat 11 jenis satwa mangsa Harimau
Sumatera yang ditemukan di Area Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
Terdiri dari Beruk (Macaca nemestrina), Babi Hutan (Sus scrofa), Babi Jenggot (Sus
barbatus), Beruang (Herlactos malayanus), Rusa (Cervus unicolor), Kijang
(Muntiacus muntjak), Landak (Hystrix brachyura), Tapir (Tapirus indicus) Simpai
Sumatera (Presbytis melalophos), Anjing Ajag (Cuan alpinus) dan Kuau Raja
(Argusianus argus) Namun dalam pengamatan langsung banyak satwa yang berada di
sekitar lokasi penelitian seperti Monyet Ekor Panjang, Owa Ungko yang
mengeluarkan suara serta lutung kelabu yang pengamatan perjumpaan langsung.
Satwa yang Mempunyai kepadatan tertinngi di Area Konservasi Sumitro
Djojohadikusumo yaitu Babi Hutan dan Beruk masing-masing dengan nilai 0,0237
ekor/ha dan 0,0187ekor/ha. Dan nilai kepadatan terendah yaitu Satwa Beruang,
Anjing Ajag, Musang dan Landak dengan nilai 0,0004 ekor/ha. Dengan
keanekaragaman jenis satwa mangsa Harimau di Area Konservasi Prof. Sumitro
2
Djojohadikusumo berdasarkan indeks Shannon adalah 1,4 yaitu sedang dengan tolak
ukur bahwa produktiftas cukup, kondisi ekologis cukup seimbang dan tekanan
ekologis sedang
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-08T04:21:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah