PEMANFAATAN TANAMAAN OBAT DAN KONTRIBUSI EKONOMI BAGI MASYARAKAT DESA SERESAM, KECAMATAN SIBERIDA, KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Oktiviani, Aderita
Pemanfaatan Tanaman Obat Dan Kontribusi Ekonomi
Bagi Masyarakat Desa Seresam, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu.
Dibimbing oleh Eni Suhesti, S.Hut.,M.Si dan Ambar Tri Ratnaningsih,
S.Hut.,M.Si.
Hasil hutan bukan kayu (HHBK) diartikan sebagai segala sesuatu yang
bersifat material (bukan kayu) yang bisa dimanfaatkan dari keberadaan hutan.
Provinsi Riau adalah salah satu daerah yang memiliki hutan yang cukup luas.
Sebagian masyarakatnya sudah memanfaatkan tanaman yang ada sebagai tanaman
obat. Seperti salah satu Desa yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu yaitu
Desa Seresam, Kecamatan Siberida. Desa Seresam ini telah mengikuti lomba
pemanfaatan tumbuhan obat keluarga (TOGA) tingkat Nasional dan berhasil
menjuarai untuk kategori pedesaan yang diselenggarakan oleh Kementrian
Kesehatan RI. Dengan demikian pemanfaatan tanaman obat keluarga dapat terus
dimaksimalkan dengan target pencapaian menjadikan Desa Seresam sebagai desa
wisata tanaman obat keluarga. Maka dari itu sangat perlu dilakukan penelitian
“Pemanfaatan Tanaman Obat dan Kontribusi Ekonomi Bagi Masyarakat Desa
Seresam, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu”.
Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis tanaman obat
yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Seresam, cara pemanfaatan tanaman
obat serta pengolahannya dan menganlisis kontribusi ekonomi dari usaha tanaman
obat bagi masyarakat Desa Seresam.
Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Seresam, dari bulan Januari sampai
bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan
wawancara dengan bantuan kuesioner. Pemilihan responden dilakukan dengan
cara acak sederhana (simple random sampling). Data yang diambil adalah jenis
tanaman obat yang dimanfaatkan, cara pengolahan dan kontribusi ekonomi usaha
tanaman obat yang diambil dari tanaman pekarangan dan olahan jamu oleh
masyarakat Desa Seresam. Data tersebut di analisis secara deskriptif untuk
menggambarkan data dan nilai – nilai yang telah diperoleh tersebut.
Di Desa Seresam ini, masyarakat memanfaatkan tanaman obat yang
dibudidayakan dipekarangan rumah masing – masing, artinya masyarakat tidak
mengambil tanaman obat didalam hutan. Selain dimanfaatkan untuk obat,
masyarakat memanfaatkan tanaman tersebut untuk menambah pendapatan rumah
tangga. Ada masyarakat yang menjal bahan baku nya saja dan ada juga yang
mengolah menjadi jamu lalu dijual ke masyarakat sekitar dan ada juga konsumen
yang berasal dari luar daerah Desa Seresam.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 122 jenis tanaman obat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Seresam dengan cara tradisional seperti
direbus, dihaluskan, dioleskan dan ada juga yang konsumsi langsung. Besarnya
kontribusi dari usaha tanaman obat dan olahannya bagi masyarakat di Desa
Seresam adalah sebesar 30,03% .
Bagi Masyarakat Desa Seresam, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu.
Dibimbing oleh Eni Suhesti, S.Hut.,M.Si dan Ambar Tri Ratnaningsih,
S.Hut.,M.Si.
Hasil hutan bukan kayu (HHBK) diartikan sebagai segala sesuatu yang
bersifat material (bukan kayu) yang bisa dimanfaatkan dari keberadaan hutan.
Provinsi Riau adalah salah satu daerah yang memiliki hutan yang cukup luas.
Sebagian masyarakatnya sudah memanfaatkan tanaman yang ada sebagai tanaman
obat. Seperti salah satu Desa yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu yaitu
Desa Seresam, Kecamatan Siberida. Desa Seresam ini telah mengikuti lomba
pemanfaatan tumbuhan obat keluarga (TOGA) tingkat Nasional dan berhasil
menjuarai untuk kategori pedesaan yang diselenggarakan oleh Kementrian
Kesehatan RI. Dengan demikian pemanfaatan tanaman obat keluarga dapat terus
dimaksimalkan dengan target pencapaian menjadikan Desa Seresam sebagai desa
wisata tanaman obat keluarga. Maka dari itu sangat perlu dilakukan penelitian
“Pemanfaatan Tanaman Obat dan Kontribusi Ekonomi Bagi Masyarakat Desa
Seresam, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu”.
Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis tanaman obat
yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Seresam, cara pemanfaatan tanaman
obat serta pengolahannya dan menganlisis kontribusi ekonomi dari usaha tanaman
obat bagi masyarakat Desa Seresam.
Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Seresam, dari bulan Januari sampai
bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan
wawancara dengan bantuan kuesioner. Pemilihan responden dilakukan dengan
cara acak sederhana (simple random sampling). Data yang diambil adalah jenis
tanaman obat yang dimanfaatkan, cara pengolahan dan kontribusi ekonomi usaha
tanaman obat yang diambil dari tanaman pekarangan dan olahan jamu oleh
masyarakat Desa Seresam. Data tersebut di analisis secara deskriptif untuk
menggambarkan data dan nilai – nilai yang telah diperoleh tersebut.
Di Desa Seresam ini, masyarakat memanfaatkan tanaman obat yang
dibudidayakan dipekarangan rumah masing – masing, artinya masyarakat tidak
mengambil tanaman obat didalam hutan. Selain dimanfaatkan untuk obat,
masyarakat memanfaatkan tanaman tersebut untuk menambah pendapatan rumah
tangga. Ada masyarakat yang menjal bahan baku nya saja dan ada juga yang
mengolah menjadi jamu lalu dijual ke masyarakat sekitar dan ada juga konsumen
yang berasal dari luar daerah Desa Seresam.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 122 jenis tanaman obat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Seresam dengan cara tradisional seperti
direbus, dihaluskan, dioleskan dan ada juga yang konsumsi langsung. Besarnya
kontribusi dari usaha tanaman obat dan olahannya bagi masyarakat di Desa
Seresam adalah sebesar 30,03% .
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2019
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-08T04:46:34Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah