Populasi Dan Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Di Hutan Lindung Desa Muara Selaya Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar
Rulli, Antoni
Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai beragam spesies
primata, dimana monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dari spesies primata
di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Satu dekade sebelumnya, estimasi
populasi monyet ekor panjang sekitar 5 juta ekor dan hal ini menunjukkan
populasi monyet ekor panjang menurun. Selain itu, monyet ekor panjang
menyebar luas dan telah terjadi penurunan populasi yang tajam yang salah satu
penyebabnya adalah banyak hutan menjadi area penebangan juga dikonversi
sebagai lahan pertanian. Monyet ekor panjang memiliki perilaku dengan
kebiasaan-kebiasaan dalam aktifitas hariannya seperti sifat kelompok, waktu aktif,
wilayah pergerakan, cara mencari makan, hubungan sosial, tingkah laku bersuara,
interaksi dengan spesies lainnya, cara kawin dan melahirkan anak.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi populasi dan perilaku harian
monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Lindung Desa Muara Selaya
Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilakukan selama 2
bulan yaitu bulan Maret - Mei 2021. Penelitian ini dilakukan di Hutan Lindung
Desa Muara Selaya, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Pengambilan
data Pengambilan data populasi monyet ekor panjang dilakukan dengan
melakukan observasi terhadap objek pengamatan di Kawasan Hutan Muara
Selaya Pada Hutan Lindung Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar
menggunakan metode yang digunakan dalam estimasi dan struktur populasi
monyet ekor panjang ini menggunakan metode concentration count. Perilaku
yang diamati terdiri dari makan, istirahat, bergerak dan sosialiasi. Perilaku dicatat
setiap interval waktu selama 15 menit selama 12 jam per hari dikali 14 hari.
Pengambilan data perilaku dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan hasil penelitian, populasi monyet ekor panjang di lokasi
penelitian, ditemukan 55 ekor monyet ekor panjang. Populasi monyet ekor
panjang terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok I terdiri dari 7 ekor
monyet dewasa dan kelompok II terdiri dari 9 ekor monyet dewasa, untuk monyet
betina dewasa berumur lebih 6 tahun, dewasa secara reproduksi dan puting susu
terlihat jelas sedangkan untuk monyet jantan desawa berumur lebih 6 tahun,
skrotum besar dan terlihat jelas, dan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari
monyet betina dewasa. Kelompok I terdiri dari 9 ekor monyet muda dan
kelompok II yang terdiri dari 13 ekor monyet muda, untuk individu monyet muda
yaitu kelompok monyet ekor panjang dalam populasi yang berumur antara 4-6
tahun, namun belum dewasa secara reproduksi. Kelompok I terdiri dari 7 ekor
monyet anakan dan kelompok II yang terdiri dari 10 ekor monyet anakan, untuk
individu monyet anakan yaitu kelompok monyet ekor panjang dalam populasinya
yang berumur 0-1 tahun. jumlah individu muda lebih banyak dibandingkan
dengan individu dewasa dan individu anakan.
Kepadatan populasi individu muda 0,0015 ekor/ha, kepadatan populasi
individu dewasa 0,0016 ekor/ha dan kepadatan populasi individu anakan 0,00049
ekor/ha. Persentase perilaku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Hutan
Lindung Desa Muara Selaya yaitu bergerak sebesar 28,43%, makan sebesar
18,64%, istirahat sebesar 35,75%, berkelahi sebesar 1,15%, kawin sebesar 0,54%,
grooming sebesar 8,88%, dan bermain sebesar 6,61%.
primata, dimana monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dari spesies primata
di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Satu dekade sebelumnya, estimasi
populasi monyet ekor panjang sekitar 5 juta ekor dan hal ini menunjukkan
populasi monyet ekor panjang menurun. Selain itu, monyet ekor panjang
menyebar luas dan telah terjadi penurunan populasi yang tajam yang salah satu
penyebabnya adalah banyak hutan menjadi area penebangan juga dikonversi
sebagai lahan pertanian. Monyet ekor panjang memiliki perilaku dengan
kebiasaan-kebiasaan dalam aktifitas hariannya seperti sifat kelompok, waktu aktif,
wilayah pergerakan, cara mencari makan, hubungan sosial, tingkah laku bersuara,
interaksi dengan spesies lainnya, cara kawin dan melahirkan anak.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi populasi dan perilaku harian
monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Lindung Desa Muara Selaya
Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilakukan selama 2
bulan yaitu bulan Maret - Mei 2021. Penelitian ini dilakukan di Hutan Lindung
Desa Muara Selaya, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Pengambilan
data Pengambilan data populasi monyet ekor panjang dilakukan dengan
melakukan observasi terhadap objek pengamatan di Kawasan Hutan Muara
Selaya Pada Hutan Lindung Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar
menggunakan metode yang digunakan dalam estimasi dan struktur populasi
monyet ekor panjang ini menggunakan metode concentration count. Perilaku
yang diamati terdiri dari makan, istirahat, bergerak dan sosialiasi. Perilaku dicatat
setiap interval waktu selama 15 menit selama 12 jam per hari dikali 14 hari.
Pengambilan data perilaku dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan hasil penelitian, populasi monyet ekor panjang di lokasi
penelitian, ditemukan 55 ekor monyet ekor panjang. Populasi monyet ekor
panjang terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok I terdiri dari 7 ekor
monyet dewasa dan kelompok II terdiri dari 9 ekor monyet dewasa, untuk monyet
betina dewasa berumur lebih 6 tahun, dewasa secara reproduksi dan puting susu
terlihat jelas sedangkan untuk monyet jantan desawa berumur lebih 6 tahun,
skrotum besar dan terlihat jelas, dan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari
monyet betina dewasa. Kelompok I terdiri dari 9 ekor monyet muda dan
kelompok II yang terdiri dari 13 ekor monyet muda, untuk individu monyet muda
yaitu kelompok monyet ekor panjang dalam populasi yang berumur antara 4-6
tahun, namun belum dewasa secara reproduksi. Kelompok I terdiri dari 7 ekor
monyet anakan dan kelompok II yang terdiri dari 10 ekor monyet anakan, untuk
individu monyet anakan yaitu kelompok monyet ekor panjang dalam populasinya
yang berumur 0-1 tahun. jumlah individu muda lebih banyak dibandingkan
dengan individu dewasa dan individu anakan.
Kepadatan populasi individu muda 0,0015 ekor/ha, kepadatan populasi
individu dewasa 0,0016 ekor/ha dan kepadatan populasi individu anakan 0,00049
ekor/ha. Persentase perilaku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Hutan
Lindung Desa Muara Selaya yaitu bergerak sebesar 28,43%, makan sebesar
18,64%, istirahat sebesar 35,75%, berkelahi sebesar 1,15%, kawin sebesar 0,54%,
grooming sebesar 8,88%, dan bermain sebesar 6,61%.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2021
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2023-12-29T04:01:33Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah