Pelaksanaan Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
Ardian, Dendy
Berdasarkan pasal pasal 42 ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) Kota
Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
menyatakan Setiap petugas kebersihan harus mendapatkan perlindugan
dari penyelenggaraan pengelolaan sampah. Namun yang terjadi
dilapangan masih terdapat banyak petugas kebersihan yang tidak
mendapat alat perlindungan dari DLHK Kota Pekanbaru. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah pertama Bagaimanakah Pelaksanaan
Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan Berdasarkan
Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014 Tentang
Pengelolaan Sampah? kedua Bagaimanakah hambatan dalam Pelaksanaan
Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan Berdasarkan
Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014 Tentang
Pengelolaan Sampah? Ketiga Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan
Pelaksanaan Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014
Tentang Pengelolaan Sampah? Tujuan penelitian untuk menjelaskan
pelaksanaan, hambatan dan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia
menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari
jumlah total penduduk. Kondisi ini akan terus bertambah sesuai dengan
kondisi lingkungannya. Menurut Statistik Sampah Indonesia (2012),
jumlah sampah yang muncul di seluruh Indonesia mencapai 38,5 juta ton
per tahun dengan dominan sampah tersebut berada di Pulau Jawa (21,2
juta ton per tahun).Sedang jumlah produksi ssampah Kota Pekanbaru
perhari mencapai 867,41 Ton, sampah yang sudah terolah perhari hanya
sebanyak 31,23 Ton, sampah yang bisa ditimbun sebanyak 407,72 Ton
sedangkan sampah yang tidak terkelola perhari mencapai 425.49 ton. Dari
data tersebut dapat dikatakan bahwa tahap pengurangan (reduce) sampah
belum maksimal dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Metode penelitian ini
menggunakan penelitian sosiologis membahas tentang aktualisasi sebuah
aturan hukum dilapangan. Membandingkan antara sebuah cita-cita atau
keharusan dengan yang terjadi dilapangan pada kenyataannya. Dengan
metodologi sampel yang ada didalam penelitian ini, penulis berharap
dapat memberikan masukan baru bagi dunia pengawasan perlindungan
bagi petugas kebersihan secara khusus.
Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
menyatakan Setiap petugas kebersihan harus mendapatkan perlindugan
dari penyelenggaraan pengelolaan sampah. Namun yang terjadi
dilapangan masih terdapat banyak petugas kebersihan yang tidak
mendapat alat perlindungan dari DLHK Kota Pekanbaru. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah pertama Bagaimanakah Pelaksanaan
Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan Berdasarkan
Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014 Tentang
Pengelolaan Sampah? kedua Bagaimanakah hambatan dalam Pelaksanaan
Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan Berdasarkan
Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014 Tentang
Pengelolaan Sampah? Ketiga Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan
Pelaksanaan Pengawasan Alat Pelindung Diri Petugas Kebersihan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 08 Tahun 2014
Tentang Pengelolaan Sampah? Tujuan penelitian untuk menjelaskan
pelaksanaan, hambatan dan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia
menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari
jumlah total penduduk. Kondisi ini akan terus bertambah sesuai dengan
kondisi lingkungannya. Menurut Statistik Sampah Indonesia (2012),
jumlah sampah yang muncul di seluruh Indonesia mencapai 38,5 juta ton
per tahun dengan dominan sampah tersebut berada di Pulau Jawa (21,2
juta ton per tahun).Sedang jumlah produksi ssampah Kota Pekanbaru
perhari mencapai 867,41 Ton, sampah yang sudah terolah perhari hanya
sebanyak 31,23 Ton, sampah yang bisa ditimbun sebanyak 407,72 Ton
sedangkan sampah yang tidak terkelola perhari mencapai 425.49 ton. Dari
data tersebut dapat dikatakan bahwa tahap pengurangan (reduce) sampah
belum maksimal dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Metode penelitian ini
menggunakan penelitian sosiologis membahas tentang aktualisasi sebuah
aturan hukum dilapangan. Membandingkan antara sebuah cita-cita atau
keharusan dengan yang terjadi dilapangan pada kenyataannya. Dengan
metodologi sampel yang ada didalam penelitian ini, penulis berharap
dapat memberikan masukan baru bagi dunia pengawasan perlindungan
bagi petugas kebersihan secara khusus.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-14T04:12:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah