Keanekaragaman Jenis Reptil Di Lingkungan Universitas Lancang Kuning
Fauzan, Achmad
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati
yang sangat tinggi. Menurut Russell dalam Tropika (1999), Indonesia termasuk
dalam negara megadiversity. Hal ini disebabkan karena Indonesia mempunyai
iklim tropis sehingga mempunyai banyak hutan hujan tropis yang subur dan
membentang luas di daratan Indonesia. Keanekaragaman hayati yang terkandung
di hutan Indonesia meliputi 12% spesies mamalia dunia, 7,3% spesies reptil dan
amfibi, serta 17% spesies burung dari seluruh dunia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis dan jumlah
individu reptil di Lingkungan Universitas Lancang Kuning Perkanbaru
berdasarkan habitatnya dan manfaat hasil dari penelitian ini adalah dapat
memberikan informasi mengenai keanekaragaman dan jumlah individu reptil yang
terdapat Lingkungan Universitas Lancang Kuning Perkanbaru, yang dapat
digunakan dalam usaha pelestarian, pengelolaan, pemanfaatan serta perlindungan
reptil dimasa yang akan datang.
Penelitian ini menggunakan metode jelajah (Cruising Method) dan
penghitungan langsung dengan menyusuri seluruh kawasan Universitas Lancang.
Dalam pelaksanaanya peneliti menghitung dan mencatat jumlah individu tiap
jenis reptil dan habitatnya yang dijumpai serta mengambil titik koordinat reptil
pada setiap penjumpaan di lapangan sebagai data peta sebaran jenis reptil di
Lingkungan Universitas Lancang Kuning.
Jumlah reptil yang di temukan pada pengamatan di 4 tipe habitat sebanyak
153 individu 16 jenis terdiri dari 1 jenis biawak, 10 jenis ular, 3 jenis kadal dan 2
jenis kura-kura air. 16 jenis reptil yaitu Biawak (Varanus salvator), ular kobra
(Naja sumatrana), ular sanca batik (Reticulated python), ular wagler
(Tropidoleamus wagleri), ular cincin emas (Boiga dendrophila), ular weling
(Bungarus candidus) ular pucuk (Ahaetulla), bingkarung (Eutropis Multifasciata),
londok (Bronchocela cristatella), cicak kubin (Draco haematopogon), ular kopi
(Coelognathus Flavolineatus), ular tambang (Dendrelaphis Pictus), ular koros
(Pytas Carinata), ular gendang (Python curtus), labi-labi (Dogania subplana), dan
kura ambon (Cuora amboinensis).
Sebaran jenis reptil dikelompokan pada beberapa tipe habitat yaitu, Hutan
arboretum 1 dan daerah peralihan dengan jumlah masing-masing yaitu pada hutan
46 individu dan pada daerah peralihan sebanyak 38 individu. Sedangkan pada
kelas tutupan lahan lainya tergolong cukup tinggi dengan masing-masing
memiliki pernjumpaan yaitu pada tegakan eucaliptus dan arboretum 2 dengan
jumlah individu 37 dan pada kebun sawit sebanyak 32 individu.
yang sangat tinggi. Menurut Russell dalam Tropika (1999), Indonesia termasuk
dalam negara megadiversity. Hal ini disebabkan karena Indonesia mempunyai
iklim tropis sehingga mempunyai banyak hutan hujan tropis yang subur dan
membentang luas di daratan Indonesia. Keanekaragaman hayati yang terkandung
di hutan Indonesia meliputi 12% spesies mamalia dunia, 7,3% spesies reptil dan
amfibi, serta 17% spesies burung dari seluruh dunia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis dan jumlah
individu reptil di Lingkungan Universitas Lancang Kuning Perkanbaru
berdasarkan habitatnya dan manfaat hasil dari penelitian ini adalah dapat
memberikan informasi mengenai keanekaragaman dan jumlah individu reptil yang
terdapat Lingkungan Universitas Lancang Kuning Perkanbaru, yang dapat
digunakan dalam usaha pelestarian, pengelolaan, pemanfaatan serta perlindungan
reptil dimasa yang akan datang.
Penelitian ini menggunakan metode jelajah (Cruising Method) dan
penghitungan langsung dengan menyusuri seluruh kawasan Universitas Lancang.
Dalam pelaksanaanya peneliti menghitung dan mencatat jumlah individu tiap
jenis reptil dan habitatnya yang dijumpai serta mengambil titik koordinat reptil
pada setiap penjumpaan di lapangan sebagai data peta sebaran jenis reptil di
Lingkungan Universitas Lancang Kuning.
Jumlah reptil yang di temukan pada pengamatan di 4 tipe habitat sebanyak
153 individu 16 jenis terdiri dari 1 jenis biawak, 10 jenis ular, 3 jenis kadal dan 2
jenis kura-kura air. 16 jenis reptil yaitu Biawak (Varanus salvator), ular kobra
(Naja sumatrana), ular sanca batik (Reticulated python), ular wagler
(Tropidoleamus wagleri), ular cincin emas (Boiga dendrophila), ular weling
(Bungarus candidus) ular pucuk (Ahaetulla), bingkarung (Eutropis Multifasciata),
londok (Bronchocela cristatella), cicak kubin (Draco haematopogon), ular kopi
(Coelognathus Flavolineatus), ular tambang (Dendrelaphis Pictus), ular koros
(Pytas Carinata), ular gendang (Python curtus), labi-labi (Dogania subplana), dan
kura ambon (Cuora amboinensis).
Sebaran jenis reptil dikelompokan pada beberapa tipe habitat yaitu, Hutan
arboretum 1 dan daerah peralihan dengan jumlah masing-masing yaitu pada hutan
46 individu dan pada daerah peralihan sebanyak 38 individu. Sedangkan pada
kelas tutupan lahan lainya tergolong cukup tinggi dengan masing-masing
memiliki pernjumpaan yaitu pada tegakan eucaliptus dan arboretum 2 dengan
jumlah individu 37 dan pada kebun sawit sebanyak 32 individu.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:47:16Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah