Klasifikasi Tutupan Lahan Pasca Kebakaran Dengan Menggunakan Data Foto Udara Di Desa Dayun
Damanik, David Ariesta
Setiap tahun di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Riau khususnya
selalu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi
berlangsung di lokasi yang memang memiliki potensi tinggi untuk terbakar akibat
kondisi alam seperti musim kemarau, jenis lahan yang didominasi lahan gambut
dan perilaku manusia yang cenderung melakukan pembakaran lahan dengan
berbagai motif dan tujuan. Kebakaran hutan di Indonesia selalu terjadi setiap
tahunnya yang disebabkan oleh faktor alam dan perbuatan manusia. Kebakaran
hutan yang disebabkan oleh faktor alam memiliki kemungkinan yang kecil. Sumber
api dari alam berupa petir dan aliran lahar memiliki kontribusi kecil dari semua
kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Hanya 1% diantaranya yang terjadi
secara alamiah (Syaufina 2008).
Secara umum (BAPPENAS 2016), penyebab Karhutbunla ( Kebakaran
Hutan Kebun dan Lahan ) dapat dibagi menjadi penyebab langsung dan penyebab
tidak langsung. Penyebab langsung meliputi aspek biofisik dan teknologi, yaitu
teknik pembukaan lahan yang kurang tepat, buruknya infrastruktur pengelolaan air,
serta lemahnya pemantauan kebakaran dan lambatnya respon terhadap api.
Sementara, penyebab tidak langsung meliputi masalah sosial, politik dan ekonomi
serta lemahnya penegakan hukum, konflik lahan, kapasitas masyarakat dan
perburuan rente ekonomi. Teknologi penginderaan jauh menggunakan pesawat
tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan salah satu teknologi
alternatif yang tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya, mempunyai informasi
data yang lebih rinci, cepat, serta akurat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis tutupan lahan yang
terbakar dan tidak terbakar
Tutupan lahan adalah perwujudan secara fisik (visual) dari vegetasi, benda
alam, dan unsur-unsur budaya yang ada di permukaan bumi tanpa memperhatikan
kegiatan manusia terhadap obyek tersebut (Townshend&Justice, 1981) dalam
(Aldyan, et al., 2017). Sedangkan (Barret&Curtis, 1982) dalam (Aldyan, et al.,
2017), mengatakan bahwa permukaan bumi sebagian terdiri dari kenampakan
alamiah (penutupan lahan) seperti vegetasi, salju, dan lain sebagainya, dan sebagian
lagi berupa kenampakan hasil aktivitas manusia (penggunaan lahan)
Sitanala Arsyad (1989:207) dalam (Fitriani, 2016) mengartikan penggunaan
lahan sebagai setiap bentuk campur tangan menusia terhadap lahan dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidup baik material maupun spiritual. Penggunaan lahan
merupakan hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor manusia dan faktor alam.
Manusia merupakan faktor yang mempengaruhi atau melakukan kegiatan terhadap
lahan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penelitian ini dilakukan di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak
dengan letak Geografis antara 1010
51’ BT s.d 1020
21’BT dan 00
33’ LU s.d 00
44’
LU, Propinsi Riau, dengan menggunakan metode survey, pelaksanaan penelitiannya dimulai dari persiapan, pengambilan data lapangan, pengolahan data
dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan hasil penelitian yang dilakukan di temui 6 jenis
objek kelas tutupan lahan yang terbakar dan tidak terbakar di Dusun Cengal Desa Dayun
Kecamatan Dayun Kabupataen Siak Provinsi Riau. 5 jenis kelas tutupan lahan yang tidak
terbakar ialah : Sawit, bangunan, jalan, areal terbuka dan kanal. 1 jenis kelas tutupan lahan
yang terbakar ialah semak belukar.Total luasan hasil digitize on screen ±. 101,13 Ha.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada 5 orang responden
yang berdomisili di sekitar lokasi penelitian lokasi areal paska kebakaran sebelum
terjadinya kebakaran merupakan semak belukar dan tanaman sawit. Lokasi ini
merupakan perkebunan sawit yang tidak terawat yang dimana pemilik nya juga
tidak diketahui oleh ke 5 oran responden. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan
informasi bahwa tanaman sawit ini dengan umur yang bervariasi dari sekitar 3
tahun hingga 5 tahun. Dari hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa kebakaran
yang terjadi di lokasi penelitian di akibatkan karena aktivitas manusia. Penyebab
kebakaran hutan dan lahan di Indonesia hampir 100% disebabkan oleh manusia
(Syaufina, 2008). Faktor kelalaian maupun kesengajaan dari manusia merupakan
penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Suratmo et al., 2003).
Adanya penggunaan api di lahan gambut dapat menyebabkan terjadinya kebakaran
gambut. Kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan dengan pembakaran yang
dilakukan oleh masyarakat maupun korporasi memperparah kerusakan terhadap
gambut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan lahan dengan
pembakaran hanya membutuhkan biaya sepertiga hingga seperempat dari biaya
pembukaan lahan tanpa bakar. Pada dasarnya masyarakat terpaksa melakukan
penyiapan lahan dengan pembakaran, karena tidak mempunyai dana dan tidak ada
pilihan lain selain membakar (Saharjo, 2016).
selalu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi
berlangsung di lokasi yang memang memiliki potensi tinggi untuk terbakar akibat
kondisi alam seperti musim kemarau, jenis lahan yang didominasi lahan gambut
dan perilaku manusia yang cenderung melakukan pembakaran lahan dengan
berbagai motif dan tujuan. Kebakaran hutan di Indonesia selalu terjadi setiap
tahunnya yang disebabkan oleh faktor alam dan perbuatan manusia. Kebakaran
hutan yang disebabkan oleh faktor alam memiliki kemungkinan yang kecil. Sumber
api dari alam berupa petir dan aliran lahar memiliki kontribusi kecil dari semua
kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Hanya 1% diantaranya yang terjadi
secara alamiah (Syaufina 2008).
Secara umum (BAPPENAS 2016), penyebab Karhutbunla ( Kebakaran
Hutan Kebun dan Lahan ) dapat dibagi menjadi penyebab langsung dan penyebab
tidak langsung. Penyebab langsung meliputi aspek biofisik dan teknologi, yaitu
teknik pembukaan lahan yang kurang tepat, buruknya infrastruktur pengelolaan air,
serta lemahnya pemantauan kebakaran dan lambatnya respon terhadap api.
Sementara, penyebab tidak langsung meliputi masalah sosial, politik dan ekonomi
serta lemahnya penegakan hukum, konflik lahan, kapasitas masyarakat dan
perburuan rente ekonomi. Teknologi penginderaan jauh menggunakan pesawat
tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan salah satu teknologi
alternatif yang tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya, mempunyai informasi
data yang lebih rinci, cepat, serta akurat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis tutupan lahan yang
terbakar dan tidak terbakar
Tutupan lahan adalah perwujudan secara fisik (visual) dari vegetasi, benda
alam, dan unsur-unsur budaya yang ada di permukaan bumi tanpa memperhatikan
kegiatan manusia terhadap obyek tersebut (Townshend&Justice, 1981) dalam
(Aldyan, et al., 2017). Sedangkan (Barret&Curtis, 1982) dalam (Aldyan, et al.,
2017), mengatakan bahwa permukaan bumi sebagian terdiri dari kenampakan
alamiah (penutupan lahan) seperti vegetasi, salju, dan lain sebagainya, dan sebagian
lagi berupa kenampakan hasil aktivitas manusia (penggunaan lahan)
Sitanala Arsyad (1989:207) dalam (Fitriani, 2016) mengartikan penggunaan
lahan sebagai setiap bentuk campur tangan menusia terhadap lahan dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidup baik material maupun spiritual. Penggunaan lahan
merupakan hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor manusia dan faktor alam.
Manusia merupakan faktor yang mempengaruhi atau melakukan kegiatan terhadap
lahan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penelitian ini dilakukan di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak
dengan letak Geografis antara 1010
51’ BT s.d 1020
21’BT dan 00
33’ LU s.d 00
44’
LU, Propinsi Riau, dengan menggunakan metode survey, pelaksanaan penelitiannya dimulai dari persiapan, pengambilan data lapangan, pengolahan data
dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan hasil penelitian yang dilakukan di temui 6 jenis
objek kelas tutupan lahan yang terbakar dan tidak terbakar di Dusun Cengal Desa Dayun
Kecamatan Dayun Kabupataen Siak Provinsi Riau. 5 jenis kelas tutupan lahan yang tidak
terbakar ialah : Sawit, bangunan, jalan, areal terbuka dan kanal. 1 jenis kelas tutupan lahan
yang terbakar ialah semak belukar.Total luasan hasil digitize on screen ±. 101,13 Ha.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada 5 orang responden
yang berdomisili di sekitar lokasi penelitian lokasi areal paska kebakaran sebelum
terjadinya kebakaran merupakan semak belukar dan tanaman sawit. Lokasi ini
merupakan perkebunan sawit yang tidak terawat yang dimana pemilik nya juga
tidak diketahui oleh ke 5 oran responden. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan
informasi bahwa tanaman sawit ini dengan umur yang bervariasi dari sekitar 3
tahun hingga 5 tahun. Dari hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa kebakaran
yang terjadi di lokasi penelitian di akibatkan karena aktivitas manusia. Penyebab
kebakaran hutan dan lahan di Indonesia hampir 100% disebabkan oleh manusia
(Syaufina, 2008). Faktor kelalaian maupun kesengajaan dari manusia merupakan
penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Suratmo et al., 2003).
Adanya penggunaan api di lahan gambut dapat menyebabkan terjadinya kebakaran
gambut. Kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan dengan pembakaran yang
dilakukan oleh masyarakat maupun korporasi memperparah kerusakan terhadap
gambut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan lahan dengan
pembakaran hanya membutuhkan biaya sepertiga hingga seperempat dari biaya
pembukaan lahan tanpa bakar. Pada dasarnya masyarakat terpaksa melakukan
penyiapan lahan dengan pembakaran, karena tidak mempunyai dana dan tidak ada
pilihan lain selain membakar (Saharjo, 2016).
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:47:47Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah