Identifikasi Pakan Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau
N, Juli Veramanda
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu
anggota ordo proboscidea yang terancam kelestariannya. Penurunan populasi
Gajah Sumatera dalam satu dekade terakhir sangat memprihatinkan. Hingga saat
ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah
penurunan populasi Gajah Sumatera dimasa mendatang, dilakukan dengan cara insitu dan ex-situ. Upaya pelestarian gajah dengan cara ex-situ yaitu dengan
mendirikan pusat latihan gajah (PLG). Pengelolaan gajah liar yang telah dijinakkan
(captive) sangat dipengaruhi oleh pengelolaan PLG, semakin baik pengelolaan PLG
akan semakin baik juga pengelolaan gajah captive yang ada di sana. PLG Sebanga
sebagai salah satu pusat konservasi Gajah Sumatera di Riau diharapkan dapat
berperan dalam pelestarian Gajah Sumatera di Riau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pakan yang
dikonsumsi serta bagian yang dimakan oleh gajah di PLG Sebanga. Penelitian
dilakukan pada bulan Desember 2021, di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga,
Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pengambilan data
dilakukan dari jam 08.00-18.00 WIB mengenai jenis pakan dilakukan dengan studi
pustaka (literatur), observasi lapang. Data jenis-jenis pakan Gajah Sumatera
diketahui dengan mengidentifikasi jenis tumbuhan pakan gajah tersebut.
Pengamatan bagian tanaman liar yang dimakan Gajah Sumatera didapatkan dari
hasil pengamatan langsung dilapangan saat aktivitas makan gajah ditambatkan dan
dengan mengamati bekas jejak yang ditinggalkan berupa batang, daun, akar, bunga
dan tidak termasuk pakan gajah yang ada di luar PLG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang ada dikawasan
PLG Sebanga didapatkan sebanyak 11 (sebelas) jenis yang terdiri 7 famili yang
menjadi pakan Gajah Sumatera, jenis tumbuhan yang menjadi makanan gajah
sangat sedikit dikarenakan kawasan PLG Sebanga sudah banyak dialihfungsikan
menjadi kebun sawit. Tumbuhan yang mendominasi adalah Poaceae sebanyak 4
jenis, famili Cyperaceae yang hanya 2 jenis, sementara famili lainnya yaitu
Moraceae, Arecaceae, Fabaceae dan Myrtaceae, dan Lycopodiaceae yang hanya 1
jenis. Jenis pakan Gajah Sumatera yaitu Rija-rija (Scleria sumatrensis), Ilalang
(Imperata cylindrica), Putri Malu (Mimosa pudica), Rumput kumpai (Hymenachne
amplexicaulis), Rumput purun tikus (Eleocharis dulciss), Rumput Paitan
(Axonopus compressus), Paku-paku (Lycopodium cernuum) yang dimakan semua
bagian, Ara (Ficus sp) yang dimakan daun dan kulit, Sawit (Elaeis guineensis) yang
dimakan umbut dan daun muda, Bambu-bambuan (Bambusa sp) yang dimakan
rebung dan daun muda, dan Jambu hutan (Syzygium sp) yang dimakan daun.
anggota ordo proboscidea yang terancam kelestariannya. Penurunan populasi
Gajah Sumatera dalam satu dekade terakhir sangat memprihatinkan. Hingga saat
ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah
penurunan populasi Gajah Sumatera dimasa mendatang, dilakukan dengan cara insitu dan ex-situ. Upaya pelestarian gajah dengan cara ex-situ yaitu dengan
mendirikan pusat latihan gajah (PLG). Pengelolaan gajah liar yang telah dijinakkan
(captive) sangat dipengaruhi oleh pengelolaan PLG, semakin baik pengelolaan PLG
akan semakin baik juga pengelolaan gajah captive yang ada di sana. PLG Sebanga
sebagai salah satu pusat konservasi Gajah Sumatera di Riau diharapkan dapat
berperan dalam pelestarian Gajah Sumatera di Riau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pakan yang
dikonsumsi serta bagian yang dimakan oleh gajah di PLG Sebanga. Penelitian
dilakukan pada bulan Desember 2021, di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga,
Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pengambilan data
dilakukan dari jam 08.00-18.00 WIB mengenai jenis pakan dilakukan dengan studi
pustaka (literatur), observasi lapang. Data jenis-jenis pakan Gajah Sumatera
diketahui dengan mengidentifikasi jenis tumbuhan pakan gajah tersebut.
Pengamatan bagian tanaman liar yang dimakan Gajah Sumatera didapatkan dari
hasil pengamatan langsung dilapangan saat aktivitas makan gajah ditambatkan dan
dengan mengamati bekas jejak yang ditinggalkan berupa batang, daun, akar, bunga
dan tidak termasuk pakan gajah yang ada di luar PLG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang ada dikawasan
PLG Sebanga didapatkan sebanyak 11 (sebelas) jenis yang terdiri 7 famili yang
menjadi pakan Gajah Sumatera, jenis tumbuhan yang menjadi makanan gajah
sangat sedikit dikarenakan kawasan PLG Sebanga sudah banyak dialihfungsikan
menjadi kebun sawit. Tumbuhan yang mendominasi adalah Poaceae sebanyak 4
jenis, famili Cyperaceae yang hanya 2 jenis, sementara famili lainnya yaitu
Moraceae, Arecaceae, Fabaceae dan Myrtaceae, dan Lycopodiaceae yang hanya 1
jenis. Jenis pakan Gajah Sumatera yaitu Rija-rija (Scleria sumatrensis), Ilalang
(Imperata cylindrica), Putri Malu (Mimosa pudica), Rumput kumpai (Hymenachne
amplexicaulis), Rumput purun tikus (Eleocharis dulciss), Rumput Paitan
(Axonopus compressus), Paku-paku (Lycopodium cernuum) yang dimakan semua
bagian, Ara (Ficus sp) yang dimakan daun dan kulit, Sawit (Elaeis guineensis) yang
dimakan umbut dan daun muda, Bambu-bambuan (Bambusa sp) yang dimakan
rebung dan daun muda, dan Jambu hutan (Syzygium sp) yang dimakan daun.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:50:04Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah