Kualitas Madu Sialang Pada Tiga Kabupaten Di Provinsi Riau
Minsen, Natael Joko
Madu merupakan produk alam yang dihasilkan oleh lebah dan
mengandung nutrisi yang baik. Beberapa kandungan gizi dalam madu antara lain
asam amino, karbohidrat, protein, dan beberapa jenis vitamin serta mineral. Madu
yang berasal dari hutan disebut juga dengan madu sialang, yang dihasilkan oleh
lebah Apis dorsata (A.dorsata). A.dorsata merupakan salah satu jenis lebah
madu yang sebaran aslinya mencakup sebagian besar wilayah Indonesia dan
dikenal memiliki tingkat produktivitas tinggi. Kualitas merupakan faktor penting
bagi konsumen, karena konsumen yang mengkonsumsi madu adalah untuk
menunjang kesehatan tubuhnya. Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu provinsi
yang banyak menghasilkan madu hutan(Madu Sialang). Daerah yang banyak
menghasilkan madu hutan tersebut adalah Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan
dan Kabupaten Kuantan Singingi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan sampel madu dari ketiga kabupaten tersebut.
Tujuan Penelitian Menganalisis kualitas madu A.dorsata yang berasal
dari Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kuantan Singingi
di Provinsi Riau dan Membandingkan kualitas madu A.dorsata dengan SNI 8664-
2018. Penelitian dilakukan pada Desember 2021- Maret 2022 di Fakultas
Kehutanan Univeristas Lancang Kuning. Variabel kualiatas madu yang diuji
dalam penelitian terdiri dari setiap variabel kualitas yang diuji terdiri uji kadar air,
uji kadar gula total, uji keasamana, uji padatan tak larut, uji kadar abu, uji pH dan
uji berat jenis. Setiap variabel pengujian diulang 5 kali. Data ini diambil dengan
menggunakan analisis dilakukan untuk membandingkan semua variabel kualitas
sampel madu yang diuji dengan nilai SNI 8664-2018 dengan menggunakan uji
satu kelompok sampel.
Madu dari Kabupaten Siak memiliki sifat kadar air 26,5%, Kabupaten
Kuansing 27,2% dan Kabupaten Pelalawan 23,7% dari 3 madu jika dibandingkan
dengan SNI 8664-2018 mendapatkan hasil berbeda. Pengujian pada kadar gula
total Kabupaten Siak 71,68 %, Kabupaten Kuantan singingi 71,12% dan
Kabupaten pelalawan 73,92%, kadar gula ini jika dibandingkan dengan hasil
pengujian yang lain menunjukkan nilai pengujian ini lebih baik. Pengujian
kesamaan pada Kabupaten Siak 24,1277 ml NaOH/ Kg, Kabupaten Kuantan
singingi 19,1317 ml NaOH/Kg dan Kabupaten pelalawan 22,2003 ml NaOH/Kg
perbandingan yang dilakukan dengan SNI 8664-201 dari 3 Kabupaten tempat
pengambilan madu pengujian yang dilakukan sesuai dengan SNI 8664-2018.
Padatan tak larut dari Kabupaten Siak 0,05305037%, Kabupaten Kuantan Singingi
0,43659603% dan Kabupaten Pelalawan 0,9110885% perbandingan yang
dilakukan dengan SNI 8664-2018 madu Kabupaten Siak dan Kabupaten Kuantan
singingi tidak berbeda dengan SNI, Kabupaten Pelalawan berbeda dengan SNI.
Pengujian kadar abu yang dilakukan kadar abu Kabupaten Siak 0,1406%,
Kabupaten Kuansing 0,00090% dan Kabupaten pelalawan 0,1276% perbandingan
yang dilakukan dengan SNI 8664-2018 menunjukkan nilai tidak berbeda dengan
SNI 8664-2018. Pengujian pH Kabupaten Siak 2,7, Kabupaten Kuansing 2,3 dan Kabupaten pelalawan 3,4 perbandingan dilakukan dengan penelitian yang dimana
angaka 3,4-6,1 dalam penelitian yang masuk dalam kirteria rata-rata baik.
Sementar dalam penelitian hasilnya 2,3-3,4 menunjukkan lebih baik. Pengujian
berat jenis dengan hasil pengujian Kabupaten Siak 1,3717 ml/g, Kabupaten
Kuansing 1,4224 ml/g dan Kabupaten Pelalawan 1,4162 ml/g perbandingan yang
dilakukan jika berat jenis lebih tinggi maka hasil pengujian lebih baik. Pengujian
berat jenis yang dilakukan pada penelitian ini membuktikan berat jenis dalam
kategori baik.
mengandung nutrisi yang baik. Beberapa kandungan gizi dalam madu antara lain
asam amino, karbohidrat, protein, dan beberapa jenis vitamin serta mineral. Madu
yang berasal dari hutan disebut juga dengan madu sialang, yang dihasilkan oleh
lebah Apis dorsata (A.dorsata). A.dorsata merupakan salah satu jenis lebah
madu yang sebaran aslinya mencakup sebagian besar wilayah Indonesia dan
dikenal memiliki tingkat produktivitas tinggi. Kualitas merupakan faktor penting
bagi konsumen, karena konsumen yang mengkonsumsi madu adalah untuk
menunjang kesehatan tubuhnya. Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu provinsi
yang banyak menghasilkan madu hutan(Madu Sialang). Daerah yang banyak
menghasilkan madu hutan tersebut adalah Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan
dan Kabupaten Kuantan Singingi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan sampel madu dari ketiga kabupaten tersebut.
Tujuan Penelitian Menganalisis kualitas madu A.dorsata yang berasal
dari Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kuantan Singingi
di Provinsi Riau dan Membandingkan kualitas madu A.dorsata dengan SNI 8664-
2018. Penelitian dilakukan pada Desember 2021- Maret 2022 di Fakultas
Kehutanan Univeristas Lancang Kuning. Variabel kualiatas madu yang diuji
dalam penelitian terdiri dari setiap variabel kualitas yang diuji terdiri uji kadar air,
uji kadar gula total, uji keasamana, uji padatan tak larut, uji kadar abu, uji pH dan
uji berat jenis. Setiap variabel pengujian diulang 5 kali. Data ini diambil dengan
menggunakan analisis dilakukan untuk membandingkan semua variabel kualitas
sampel madu yang diuji dengan nilai SNI 8664-2018 dengan menggunakan uji
satu kelompok sampel.
Madu dari Kabupaten Siak memiliki sifat kadar air 26,5%, Kabupaten
Kuansing 27,2% dan Kabupaten Pelalawan 23,7% dari 3 madu jika dibandingkan
dengan SNI 8664-2018 mendapatkan hasil berbeda. Pengujian pada kadar gula
total Kabupaten Siak 71,68 %, Kabupaten Kuantan singingi 71,12% dan
Kabupaten pelalawan 73,92%, kadar gula ini jika dibandingkan dengan hasil
pengujian yang lain menunjukkan nilai pengujian ini lebih baik. Pengujian
kesamaan pada Kabupaten Siak 24,1277 ml NaOH/ Kg, Kabupaten Kuantan
singingi 19,1317 ml NaOH/Kg dan Kabupaten pelalawan 22,2003 ml NaOH/Kg
perbandingan yang dilakukan dengan SNI 8664-201 dari 3 Kabupaten tempat
pengambilan madu pengujian yang dilakukan sesuai dengan SNI 8664-2018.
Padatan tak larut dari Kabupaten Siak 0,05305037%, Kabupaten Kuantan Singingi
0,43659603% dan Kabupaten Pelalawan 0,9110885% perbandingan yang
dilakukan dengan SNI 8664-2018 madu Kabupaten Siak dan Kabupaten Kuantan
singingi tidak berbeda dengan SNI, Kabupaten Pelalawan berbeda dengan SNI.
Pengujian kadar abu yang dilakukan kadar abu Kabupaten Siak 0,1406%,
Kabupaten Kuansing 0,00090% dan Kabupaten pelalawan 0,1276% perbandingan
yang dilakukan dengan SNI 8664-2018 menunjukkan nilai tidak berbeda dengan
SNI 8664-2018. Pengujian pH Kabupaten Siak 2,7, Kabupaten Kuansing 2,3 dan Kabupaten pelalawan 3,4 perbandingan dilakukan dengan penelitian yang dimana
angaka 3,4-6,1 dalam penelitian yang masuk dalam kirteria rata-rata baik.
Sementar dalam penelitian hasilnya 2,3-3,4 menunjukkan lebih baik. Pengujian
berat jenis dengan hasil pengujian Kabupaten Siak 1,3717 ml/g, Kabupaten
Kuansing 1,4224 ml/g dan Kabupaten Pelalawan 1,4162 ml/g perbandingan yang
dilakukan jika berat jenis lebih tinggi maka hasil pengujian lebih baik. Pengujian
berat jenis yang dilakukan pada penelitian ini membuktikan berat jenis dalam
kategori baik.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:50:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah