Dimensi Kearifan Lokal Dalam Tradisi Unjuk Anak Pada Masyarakat Desa Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir
Muslim, Muslim
Penelitian ini bermula dari fenomena semakin menghilangnya unsur budaya
lokal di masyarakat. Salah satu penyebabnya yaitu arus globalisasi dan modernisasi
di segala sudut pandang kehidupan termasuk di dalamnya tradisi dan budaya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Dimensi kearifan lokal dan tata
cara dalam tradisi Unjuk-anak di masyarakat Desa Teluk Mega. Penelitian ini
menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan perspektif informatif. Yang
mana penelitian ini menggunakan teori Mitchell (2003) dalam Jurnal “Kearifan
Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang”. Data didapat dari data sekunder
dan data primer. Data sekunder dihasilkan dari jurnal serta sumber pustaka yang
relevan. Data primer diperoleh dari pengumpulan data Menggunakan teknik
wawancara, teknik observasi dan dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa Tradisi
Unjuk Anak dilakukan oleh orangtua kandung dan orangtua baru. Yang mana
orangtua kandung menyerahkan anaknya yang sakit kepada orangtua baru. Lalu
orang tua kandung menyerahkan syarat-syaratnya yakni berupa Nasi kuning, Piring,
Gelas, Kayu api, Gula, Garam, Beras, Serai, Cabai, Tomat, Bawang, Lalu bertukar
kain yang mana orang tua kandung menyerahkan kain kepada orang tua baru dan
orang tua baru juga menyerahkan kain miliknya kepada ibu kandung. Pada
penelitian ini dapat disimpulkan ada 6 (enam) dimensi kearifan lokal, yaitu Dimensi
Pengetahuan Lokal (karakter keunikan), Dimensi Nilai Lokal, (sistem nilai turuntemurun), Dimensi keterampilan lokal (keahlian dan kemampuan), Dimensi sumber
daya lokal (bahan-bahan lokal), Dimensi mekanisme pengambilan keputusan lokal,
dan Dimensi solidaritas kelompok lokal (tata hubungan sosial).
lokal di masyarakat. Salah satu penyebabnya yaitu arus globalisasi dan modernisasi
di segala sudut pandang kehidupan termasuk di dalamnya tradisi dan budaya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Dimensi kearifan lokal dan tata
cara dalam tradisi Unjuk-anak di masyarakat Desa Teluk Mega. Penelitian ini
menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan perspektif informatif. Yang
mana penelitian ini menggunakan teori Mitchell (2003) dalam Jurnal “Kearifan
Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang”. Data didapat dari data sekunder
dan data primer. Data sekunder dihasilkan dari jurnal serta sumber pustaka yang
relevan. Data primer diperoleh dari pengumpulan data Menggunakan teknik
wawancara, teknik observasi dan dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa Tradisi
Unjuk Anak dilakukan oleh orangtua kandung dan orangtua baru. Yang mana
orangtua kandung menyerahkan anaknya yang sakit kepada orangtua baru. Lalu
orang tua kandung menyerahkan syarat-syaratnya yakni berupa Nasi kuning, Piring,
Gelas, Kayu api, Gula, Garam, Beras, Serai, Cabai, Tomat, Bawang, Lalu bertukar
kain yang mana orang tua kandung menyerahkan kain kepada orang tua baru dan
orang tua baru juga menyerahkan kain miliknya kepada ibu kandung. Pada
penelitian ini dapat disimpulkan ada 6 (enam) dimensi kearifan lokal, yaitu Dimensi
Pengetahuan Lokal (karakter keunikan), Dimensi Nilai Lokal, (sistem nilai turuntemurun), Dimensi keterampilan lokal (keahlian dan kemampuan), Dimensi sumber
daya lokal (bahan-bahan lokal), Dimensi mekanisme pengambilan keputusan lokal,
dan Dimensi solidaritas kelompok lokal (tata hubungan sosial).
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:56:27Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah