Pengaruh Umur Panen Terhadap Kualitas Madu Lebah Apis Mellifera Dengan Sumber Pakan Acacia Crassicarpa Berumur 18 Bulan
M.Fadly, M.Fadly
Madu yang beredar di pasaran, tidak menjamin kualitas madu itu baik
atau tidak, karena ada beberapa faktor yang menentukan kualitas madu salah
satunya umur/masa panen madu. Banyak masyarakat terkhusunya pada peternak
lebah tidak memperhatikan umur panen tersebut dengan alasan agar cepat
menghasilkan produksi madu kemudian dijual dipasar sehingga mendapatkan
keuntungan. Akan tetapi hasil produksi madu tersebut belum tentu terjamin
kualitasnya karena umur panen diduga berpengaruh kepada kadar air, penelitian
ini bertujuan untuk 1). Menganalisis pengaruh umur panen terhadap kualitas madu
A.mellifera pada A.crassicarpa berumur 18 bulan, 2). menemukan dan
Menentukan umur panen yang terbaik untuk menghasilkan madu A.mellifera yang
berkualitas, 3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan
kualitas madu dari sudut pandang peternak dan iklim mikro.
Pengujian kualitas madu dilakukan sesuai dengan standar SNI
8664_2018, adapun variabel yang diuji adalah uji organoleptik, aktivitas enzim,
hidroksimetilfurfural (HMF), kadar air, gula pereduksi, sukrosa, keasaman,
padatan tak larut dalam air, kadar abu, timbal, dan kadmium. Sampel madu yang
diambil berasal dari lebah madu madu A.mellifera yang dibudiayakan di Desa
Selodang. Adapun umur panen yang dialkukan dalam pengujian adalah umur
panen 14 hari, 20 hari, dan 38 hari.
Dari pengujian madu yang telah dilakukan variabel kualitas madu yang
memenuhi syarat mutu SNI 2018 adalah bau dan rasa, bau dan rasa ini semua
umur panen memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel aktivitas
enzim pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah umur panen 14 hari
dengan hasil 13,91 DN. Variabel HMF pada umur panen yang memenuhi standar
SNI adalah semua umur panen memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan, yaitu
hasil pengujian dari ketiga taraf tidak ada yang melebihi standar SNI. Variabel
kadar air pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah umur panen 20
hari dan 38 hari. Variabel gula pereduksi pada umur panen tidak ada yang
memenuhi standar SNI. Variabel sukrosa pada umur panen yang memenuhi
standar SNI adalah umur panen 38 hari. Variabel keasaman pada umur panen
tidak ada yang memenuhi standar SNI. Variabel padatan tak larut dalam air pada
umur panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen memenuhi
standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel abu pada umur panen yang memenuhi
standar SNI adalah semua umur panen memenuhi standar SNI. Variabel timbal
pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen
memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel kadmium pada umur
panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen memenuhi standar
SNI yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, umur panen berpengaruh pada variabel :
aktivitas enzim, gula pereduksi, sukrosa, keasaman, padatan tak larut dalam air,
abu, dan timbal. Umur panen terbaik menghasilkan kualitas yang baik sesuai
dengan standar SNI 8664_2018 yang telah ditetapkan adalah umur panen 38 hari.
Umur panen 38 hari memiliki 6 variabel terbaik, yaitu HMF, gula pereduksi,
sukrosa, keasaman, timbal dan kadmium. Faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas madu yaitu dari segi jumlah koloni, vegetasi dan cuaca. faktor yang
berpengaruh terhadap kualitas madu yaitu waktu panen dan cuaca.
atau tidak, karena ada beberapa faktor yang menentukan kualitas madu salah
satunya umur/masa panen madu. Banyak masyarakat terkhusunya pada peternak
lebah tidak memperhatikan umur panen tersebut dengan alasan agar cepat
menghasilkan produksi madu kemudian dijual dipasar sehingga mendapatkan
keuntungan. Akan tetapi hasil produksi madu tersebut belum tentu terjamin
kualitasnya karena umur panen diduga berpengaruh kepada kadar air, penelitian
ini bertujuan untuk 1). Menganalisis pengaruh umur panen terhadap kualitas madu
A.mellifera pada A.crassicarpa berumur 18 bulan, 2). menemukan dan
Menentukan umur panen yang terbaik untuk menghasilkan madu A.mellifera yang
berkualitas, 3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan
kualitas madu dari sudut pandang peternak dan iklim mikro.
Pengujian kualitas madu dilakukan sesuai dengan standar SNI
8664_2018, adapun variabel yang diuji adalah uji organoleptik, aktivitas enzim,
hidroksimetilfurfural (HMF), kadar air, gula pereduksi, sukrosa, keasaman,
padatan tak larut dalam air, kadar abu, timbal, dan kadmium. Sampel madu yang
diambil berasal dari lebah madu madu A.mellifera yang dibudiayakan di Desa
Selodang. Adapun umur panen yang dialkukan dalam pengujian adalah umur
panen 14 hari, 20 hari, dan 38 hari.
Dari pengujian madu yang telah dilakukan variabel kualitas madu yang
memenuhi syarat mutu SNI 2018 adalah bau dan rasa, bau dan rasa ini semua
umur panen memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel aktivitas
enzim pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah umur panen 14 hari
dengan hasil 13,91 DN. Variabel HMF pada umur panen yang memenuhi standar
SNI adalah semua umur panen memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan, yaitu
hasil pengujian dari ketiga taraf tidak ada yang melebihi standar SNI. Variabel
kadar air pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah umur panen 20
hari dan 38 hari. Variabel gula pereduksi pada umur panen tidak ada yang
memenuhi standar SNI. Variabel sukrosa pada umur panen yang memenuhi
standar SNI adalah umur panen 38 hari. Variabel keasaman pada umur panen
tidak ada yang memenuhi standar SNI. Variabel padatan tak larut dalam air pada
umur panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen memenuhi
standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel abu pada umur panen yang memenuhi
standar SNI adalah semua umur panen memenuhi standar SNI. Variabel timbal
pada umur panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen
memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan. Variabel kadmium pada umur
panen yang memenuhi standar SNI adalah semua umur panen memenuhi standar
SNI yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, umur panen berpengaruh pada variabel :
aktivitas enzim, gula pereduksi, sukrosa, keasaman, padatan tak larut dalam air,
abu, dan timbal. Umur panen terbaik menghasilkan kualitas yang baik sesuai
dengan standar SNI 8664_2018 yang telah ditetapkan adalah umur panen 38 hari.
Umur panen 38 hari memiliki 6 variabel terbaik, yaitu HMF, gula pereduksi,
sukrosa, keasaman, timbal dan kadmium. Faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas madu yaitu dari segi jumlah koloni, vegetasi dan cuaca. faktor yang
berpengaruh terhadap kualitas madu yaitu waktu panen dan cuaca.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:57:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah