Keanekaragaman Makrofauna Tanah Di Hutan Adat Ghimbo Bonca Lida Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Amir, Fajri
Fauna tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah sehingga kehidupannya
sangat ditentukan oleh faktor fisik dan kimia tanah serta lingkungan di sekitarnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan fauna tanah di hutan antara lain
struktur tanah berpengaruh pada gerakan dan penetrasi, kelembaban tanah dan
kandungan hara berpengaruh terhadap perkembangan dalam daur hidup, suhu
tanah mempengaruhi peletakan telur, cahaya dan tata udara mempengaruhi
kegiatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makrofauna tanah yang
ditemukan serta menghitung kepadatan makrofauna tanah dan indeks
keanekaragaman makrofauna tanah yang terdapat pada Hutan Adat Ghimbo
Bonca Lida Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan dengan menggunakan dua
metode yaitu dengan metode perangkap jebak (pitfall traps) dan sortir tangan (Box
Sampler). Perangkap jebak dilakukan untuk mengkoleksi makrofauna pada
permukaan tanah sedangkan metode sortir tangan untuk mengkoleksi makrofauna
yang cenderung menetap pada seresah atau dalam tanah.
Keanekaragaman makrofauna pada permukaan tanah yang ditemukan di
Hutan Adat Ghimbo Bonca Lida berjumlah 10 spesies yang terdiri dari family
Formicidae, Acrididae, Salticidae, Gryllidae, Mastotermitidae dan Formica
Cinera, Sedangkan Makrofauna dalam tanah yang ditemukan berjumlah 4
spesies yang terdiri dari family Lumbricidae, Centipede, Diplopoda, dan
Curculionidae.
Hasil perhitungan pada kepadatan dan keanekaragaman menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan struktur dan komposisi komunitas yang cukup besar
antar komunitas satu dengan yang lainnya. Kepadatan jenis pada penelitian ini
terdapat pada semut hitam kecil (4,929), hal ini dipengaruhi bahwa spesies hampir
terdapat pada setiap plot penelitian, kepadatan jenis mempengaruhi kepadatan
relatif jenis, sehingga nilai kepadatan relatif jenis tertinggi terdapat pada spesies
semut hitam kecil (0,228). Indeks kemerataan spesies yang tertinggi adalah semut
hitam kecil (0,076) dan indeks kekaayan jenis tertinggi juga terdapat pada semut
hitam kecil (12,155).
Indeks keanekaragaman makrofauna tanah dengan menggunakan metode
sortir tangan sebesar 2,439 termasuk sedang karena memiliki nilai H’1-3.
Sedangkan indeks keanekaragaman makrofauna tanah dengan menggunakan
metode perangkap jebak sebesar 6,456 termasuk tinggi karena nilai H’>3.
sangat ditentukan oleh faktor fisik dan kimia tanah serta lingkungan di sekitarnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan fauna tanah di hutan antara lain
struktur tanah berpengaruh pada gerakan dan penetrasi, kelembaban tanah dan
kandungan hara berpengaruh terhadap perkembangan dalam daur hidup, suhu
tanah mempengaruhi peletakan telur, cahaya dan tata udara mempengaruhi
kegiatannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makrofauna tanah yang
ditemukan serta menghitung kepadatan makrofauna tanah dan indeks
keanekaragaman makrofauna tanah yang terdapat pada Hutan Adat Ghimbo
Bonca Lida Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan dengan menggunakan dua
metode yaitu dengan metode perangkap jebak (pitfall traps) dan sortir tangan (Box
Sampler). Perangkap jebak dilakukan untuk mengkoleksi makrofauna pada
permukaan tanah sedangkan metode sortir tangan untuk mengkoleksi makrofauna
yang cenderung menetap pada seresah atau dalam tanah.
Keanekaragaman makrofauna pada permukaan tanah yang ditemukan di
Hutan Adat Ghimbo Bonca Lida berjumlah 10 spesies yang terdiri dari family
Formicidae, Acrididae, Salticidae, Gryllidae, Mastotermitidae dan Formica
Cinera, Sedangkan Makrofauna dalam tanah yang ditemukan berjumlah 4
spesies yang terdiri dari family Lumbricidae, Centipede, Diplopoda, dan
Curculionidae.
Hasil perhitungan pada kepadatan dan keanekaragaman menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan struktur dan komposisi komunitas yang cukup besar
antar komunitas satu dengan yang lainnya. Kepadatan jenis pada penelitian ini
terdapat pada semut hitam kecil (4,929), hal ini dipengaruhi bahwa spesies hampir
terdapat pada setiap plot penelitian, kepadatan jenis mempengaruhi kepadatan
relatif jenis, sehingga nilai kepadatan relatif jenis tertinggi terdapat pada spesies
semut hitam kecil (0,228). Indeks kemerataan spesies yang tertinggi adalah semut
hitam kecil (0,076) dan indeks kekaayan jenis tertinggi juga terdapat pada semut
hitam kecil (12,155).
Indeks keanekaragaman makrofauna tanah dengan menggunakan metode
sortir tangan sebesar 2,439 termasuk sedang karena memiliki nilai H’1-3.
Sedangkan indeks keanekaragaman makrofauna tanah dengan menggunakan
metode perangkap jebak sebesar 6,456 termasuk tinggi karena nilai H’>3.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-06-27T01:20:16Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah