Respon Semai Meranti Balangeran (Shorea Balangeran (Korth.) Burck) Terhadap Dosis Pupuk NPK Dan Naungan Yang Berbeda
Siregar, M Raja Opriadi
Shorea balangeran merupakan salah satu jenis asli hutan rawa gambut yang
mempunyai daya hidup dan adaptasi yang baik pada lahan terdegradasi dan cukup
menjanjikan untuk program penanaman komersial, rehabilitasi hutan, serta
reforestasi lahan konservasi. Mengingat sampai saat ini belum diketahui besarnya
dosis pupuk NPK dan”cahaya yang optimal untuk pertumbuhan”semai S.
balangeran di”persemaian, maka perlu dilakukan pengujian pengaruh”beberapa
dosis dan tingkatan naungan terhadap pertumbuhan semai S. balangeran. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan, perlakuan 1 yaitu:
T0= tanpa pemupukan (0 gr), T1= dosis 0,3 gr/semai, T2= dosis 0,6 gr/semai, T3=
dosis 0,9 gr/semai. Pada perlakuan 2 yaitu P0= tanpa naungan (0%), P1= naungan
25%, P2= naungan 50%, dan P3= naungan 75%. Setiap”perlakuan diulang 3 kali.
Parameter yang diamati meliputi”pertambahan tinggi, pertambahan diameter,
pertambahan jumlah daun, dan pertambahan panjang akar. Pengolahan data
dilakukan dengan uji sidik ragam menggunakan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan dosis pupuk NPK
Mutiara (15-15-15) berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi yang terbaik
yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 6,43 cm, pertambahan diameter yang
terbaik yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 1,66 mm, pertambahan panjang
akar primer yang terbaik yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 18,35 cm.
Berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik yaitu
dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 3,21 helai. Perlakuan tingkatan naungan
berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi yang terbaik yaitu naungan 50%
memberikan pertambahan 6,10 cm, pertambahan diameter yang terbaik yaitu
naungan 50% memberikan pertambahan 1,56 mm, pertambahan panjang akar
primer yang terbaik yaitu naungan 50% memberikan pertambahan 17,64 cm. Tidak
berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik yaitu tanpa
naungan/kontrol memberikan pertambahan 2,92 helai. Interaksi antara dosis pupuk
NPK Mutiara (15-15-15) dan tingkatan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap
pertambahan tinggi yang terbaik yaitu T3P1 memberikan pertambahan 8,25 cm,
pertambahan diameter yang terbaik yaitu T3P1 memberikan pertambahan 1,92 mm.
Tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik T3P2
memberikan pertambahan 3,50 helai, pertambahan panjang akar yang terbaik yaitu
T3P2 memberikan pertambahan 20,67 cm pada semai S. balangeran.
mempunyai daya hidup dan adaptasi yang baik pada lahan terdegradasi dan cukup
menjanjikan untuk program penanaman komersial, rehabilitasi hutan, serta
reforestasi lahan konservasi. Mengingat sampai saat ini belum diketahui besarnya
dosis pupuk NPK dan”cahaya yang optimal untuk pertumbuhan”semai S.
balangeran di”persemaian, maka perlu dilakukan pengujian pengaruh”beberapa
dosis dan tingkatan naungan terhadap pertumbuhan semai S. balangeran. Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan, perlakuan 1 yaitu:
T0= tanpa pemupukan (0 gr), T1= dosis 0,3 gr/semai, T2= dosis 0,6 gr/semai, T3=
dosis 0,9 gr/semai. Pada perlakuan 2 yaitu P0= tanpa naungan (0%), P1= naungan
25%, P2= naungan 50%, dan P3= naungan 75%. Setiap”perlakuan diulang 3 kali.
Parameter yang diamati meliputi”pertambahan tinggi, pertambahan diameter,
pertambahan jumlah daun, dan pertambahan panjang akar. Pengolahan data
dilakukan dengan uji sidik ragam menggunakan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan dosis pupuk NPK
Mutiara (15-15-15) berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi yang terbaik
yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 6,43 cm, pertambahan diameter yang
terbaik yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 1,66 mm, pertambahan panjang
akar primer yang terbaik yaitu dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 18,35 cm.
Berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik yaitu
dosis 0,9 gr memberikan pertambahan 3,21 helai. Perlakuan tingkatan naungan
berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi yang terbaik yaitu naungan 50%
memberikan pertambahan 6,10 cm, pertambahan diameter yang terbaik yaitu
naungan 50% memberikan pertambahan 1,56 mm, pertambahan panjang akar
primer yang terbaik yaitu naungan 50% memberikan pertambahan 17,64 cm. Tidak
berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik yaitu tanpa
naungan/kontrol memberikan pertambahan 2,92 helai. Interaksi antara dosis pupuk
NPK Mutiara (15-15-15) dan tingkatan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap
pertambahan tinggi yang terbaik yaitu T3P1 memberikan pertambahan 8,25 cm,
pertambahan diameter yang terbaik yaitu T3P1 memberikan pertambahan 1,92 mm.
Tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun yang terbaik T3P2
memberikan pertambahan 3,50 helai, pertambahan panjang akar yang terbaik yaitu
T3P2 memberikan pertambahan 20,67 cm pada semai S. balangeran.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-07-10T02:49:09Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah