Penerapan Sekat Kanal Dalam Rangka Mengatur Tinggi Muka Air Tanah Gambut Di Desa Karya Indah Kabupaten Kampar
Mahfarisa, Fatwa
Pembukaan lahan gambutsecara besar-besaran dan dialih fungsikan sebagai
lahan pertanian dan perkebunan dapat membuat kandungan air di lahan gambut
menjadi kering dan dapat menyebabkan kebakaran lahan gambut. Desa Karya
Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar memiliki luas lahan gambut
sekitar 33,7639 Km2
. Lahan tersebut pernah terjadi kebakaran lahan pada tahun
2019 sehingga perlu dilakukan kegiatan restorasi ekosistem lahan gambut.
Kegiatan restorasi melalui pembangunan sekat kanal dapat menahan laju aliran
dan mempertahankan tinggi muka air tanah secara maksimum. Selain memberikan
manfaat bagi ingkungan sekitar, pembuatan sekat kanal diduga juga memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengukur dan
menganalisis tinggi mukaair tanah akibat adanya sekat kanal dan mengetahui nilai
manfaat sekat kanal bagi masyarakay sekitar sekat kanal di Desa Karya Indah,
Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat sumur pantau sebagai alat
pengendalian penggunaan air tanah yang berfungsi untuk memantau dan
mengecek tinggi muka air tanah di lahan sekitar kanal yang disekat. Jumlah sumur
pantau dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan lokasi areal sekat kanal yang
berada dikawasan gambut Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar, Riau. Terdapat
10 sumur pantau yang berada di lokasi penelitian, setiap sumur pantau diletakkan
di bagian hulu dan hilir dengan jarak tertentu pada kanal yang masih berfungsi
dan masih termasuk didalam kawasan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Penelitian ini juga dilakukan dengan pengisian kuisioner dan wawancara untuk
mengetahui nilai manfaat sekat kanal bagi masyarakat sekitar sekat kanal. Hasil
pengukuran tinggi muka air tanah dianalisis menggunakan analisis deskriptif,
sedangkan hasil kuisioner diolah menggunakan metode skala likert’s.
Berdasarkan data hasil penelitian, tinggi muka air tanah pada 5 sumur
pantau yang berada dibagian hulu adalah sumur pantau titik 1 memiliki rata-rata
TMA 1,26 cm, titik 2 memiliki rata-rata TMA 1,38 cm, titik 3 memiliki rata-rata
TMA 1,10 cm, titik 4 memiliki rata-rata TMA 1,12 cm dan titik 5 memiliki ratarata TMA 1,37 cm. Secara Keseluruhan TMA terendah pada ke 5 sumur pantau
yang ada dibagian hulu adalah -0,9 cm dan TMA tertinggi dengan nilai 2,3 cm.
Sedangkan tinggi muka air tanah pada 5 sumur pantau yang berada dibagian
hilir adalah sumur pantau titik 1 memiliki rata-rata TMA 1,20 cm, titik 2 memiliki
rata-rata TMA 1,26 cm, titik 3 memiliki rata-rata TMA 0,95 cm, titik 4 memiliki
rata-rata TMA 1,04 cm dan titik 5 memiliki rata-rata TMA 1,20 cm. Secara
Keseluruhan TMA terendah pada ke 5 sumur pantau yang ada dibagian hulu
adalah -0,9 cm dan TMA tertinggi dengan nilai 2,2 cm.
Perbedaan tinggi muka air tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
Penyekatan kanal, curah hujan dan penggunaan kawasan atau alih fungsi lahan
gambut menjadi lahan budidaya. Persepsi masyarakat terhadap kegiatan
penyekatan kanal memiliki respon yang sangat baik khususnya pada bidang sosial
ekonomi masyarakat dan ekologi lingkungan. Hal ini dikarenakan masyarakat
telah merasakan manfaat dari adanya penyekatan kanal.
lahan pertanian dan perkebunan dapat membuat kandungan air di lahan gambut
menjadi kering dan dapat menyebabkan kebakaran lahan gambut. Desa Karya
Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar memiliki luas lahan gambut
sekitar 33,7639 Km2
. Lahan tersebut pernah terjadi kebakaran lahan pada tahun
2019 sehingga perlu dilakukan kegiatan restorasi ekosistem lahan gambut.
Kegiatan restorasi melalui pembangunan sekat kanal dapat menahan laju aliran
dan mempertahankan tinggi muka air tanah secara maksimum. Selain memberikan
manfaat bagi ingkungan sekitar, pembuatan sekat kanal diduga juga memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengukur dan
menganalisis tinggi mukaair tanah akibat adanya sekat kanal dan mengetahui nilai
manfaat sekat kanal bagi masyarakay sekitar sekat kanal di Desa Karya Indah,
Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat sumur pantau sebagai alat
pengendalian penggunaan air tanah yang berfungsi untuk memantau dan
mengecek tinggi muka air tanah di lahan sekitar kanal yang disekat. Jumlah sumur
pantau dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan lokasi areal sekat kanal yang
berada dikawasan gambut Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar, Riau. Terdapat
10 sumur pantau yang berada di lokasi penelitian, setiap sumur pantau diletakkan
di bagian hulu dan hilir dengan jarak tertentu pada kanal yang masih berfungsi
dan masih termasuk didalam kawasan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)
Penelitian ini juga dilakukan dengan pengisian kuisioner dan wawancara untuk
mengetahui nilai manfaat sekat kanal bagi masyarakat sekitar sekat kanal. Hasil
pengukuran tinggi muka air tanah dianalisis menggunakan analisis deskriptif,
sedangkan hasil kuisioner diolah menggunakan metode skala likert’s.
Berdasarkan data hasil penelitian, tinggi muka air tanah pada 5 sumur
pantau yang berada dibagian hulu adalah sumur pantau titik 1 memiliki rata-rata
TMA 1,26 cm, titik 2 memiliki rata-rata TMA 1,38 cm, titik 3 memiliki rata-rata
TMA 1,10 cm, titik 4 memiliki rata-rata TMA 1,12 cm dan titik 5 memiliki ratarata TMA 1,37 cm. Secara Keseluruhan TMA terendah pada ke 5 sumur pantau
yang ada dibagian hulu adalah -0,9 cm dan TMA tertinggi dengan nilai 2,3 cm.
Sedangkan tinggi muka air tanah pada 5 sumur pantau yang berada dibagian
hilir adalah sumur pantau titik 1 memiliki rata-rata TMA 1,20 cm, titik 2 memiliki
rata-rata TMA 1,26 cm, titik 3 memiliki rata-rata TMA 0,95 cm, titik 4 memiliki
rata-rata TMA 1,04 cm dan titik 5 memiliki rata-rata TMA 1,20 cm. Secara
Keseluruhan TMA terendah pada ke 5 sumur pantau yang ada dibagian hulu
adalah -0,9 cm dan TMA tertinggi dengan nilai 2,2 cm.
Perbedaan tinggi muka air tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
Penyekatan kanal, curah hujan dan penggunaan kawasan atau alih fungsi lahan
gambut menjadi lahan budidaya. Persepsi masyarakat terhadap kegiatan
penyekatan kanal memiliki respon yang sangat baik khususnya pada bidang sosial
ekonomi masyarakat dan ekologi lingkungan. Hal ini dikarenakan masyarakat
telah merasakan manfaat dari adanya penyekatan kanal.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-11-25T04:37:25Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah