Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Di Kawasan Ekowisata Bandar Bakau Dumai
Habibullah, Muhammad
Hutan mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem hutan yang
tumbuh di daerah perbatasan perairan pasang surut, khususnya wilayah pesisir dan
sekitar muara sungai, sehingga lantai hutan selalu tergenang air dan selalu tertutup
sedimen. Ekosistem mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi,
menyerap CO2, dan menjadi tempat hidup biota laut seperti udang, ikan, kepiting,
dan lain-lain. Hutan mangrove di Kota Dumai memiliki luas 4.628,5 ha. Selama
10 tahun terakhir sejak tahun 2005-2015, luas hutan mangrove di Kota Dumai
mengalami penurunan sebesar 46,46%. Penurunan ini terjadi karena masih belum
adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove.
Dalam mengelola dan memelihara ekosistem mangrove secara lestari
diperlukan beberapa upaya atau tindakan, salah satunya adalah dengan melakukan
kuantifikasi jasa lingkungan yang diberikan oleh ekosistem mangrove yang biasa
disebut dengan valuasi ekonomi. Tujuan penilaian ekonomi antara lain
menentukan Nilai Ekonomi Total (NET). Secara total nilai ekonomi terdapat nilai
manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai pilihan dan nilai ekonomi
keberadaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan nilai ekonomi
hutan mangrove di kawasan Bandar Bakau Dumai. Penelitian ini dilakukan
dengan menghitung nilai manfaat langsung berupa ikan, udang dan langkitang
dengan mewawancarai 40 orang nelayan di TPI (Tempat Budidaya Ikan)
Pangkalan Sesai. Ikan yang paling sering ditangkap nelayan di sekitar Bandar
Bakau Dumai adalah serai, tenggiri, dan rajungan. Nilai manfaat tidak langsung
berupa potensi serapan karbon di hutan mangrove Bandar Bakau Dumai dengan
luas ± 11,70 ha dan total 12 plot pengamatan. Menggunakan Systematic Sampling
With Random Start ditemukan 3 jenis mangrove yaitu Rizhopora apiculata,
Xylocarpa granatum dan Avicenia Avicenia officinalis. Nilai pilihan berupa
keanekaragaman hayati dan nilai keberadaan berupa kesediaan masyarakat
membayar keberadaan hutan mangrove Bandar Bakau Dumai. Wawancara
dilakukan kepada masyarakat Desa Pangkalan Sesai yang berjumlah 44
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Bandar Bakau
Dumai mempunyai nilai ekonomi total sebesar Rp 26.174.647.678/tahun. Terdiri
dari nilai manfaat langsung ikan, udang dan langkitang sebesar
Rp25.609.908.000/tahun. Nilai manfaat tidak langsung dari penyerapan karbon
sebesar Rp401.552.210/tahun. Nilai opsi keanekaragaman hayati sebesar Rp
2.706.912/tahun dan nilai keberadaan berdasarkan WTP sebesar Rp
1.609.800,00/tahun. Nilai setiap manfaat ekosistem mangrove mempunyai
peranan yang sangat penting terhadap lingkungan. Jika hutan mangrove rusak
maka nilai manfaat ekosistem mangrove akan berkurang. Mengakibatkan
berkurangnya pendapatan nelayan dan terjadinya abrasi di pesisir pantai.
DAFTAR RIW
tumbuh di daerah perbatasan perairan pasang surut, khususnya wilayah pesisir dan
sekitar muara sungai, sehingga lantai hutan selalu tergenang air dan selalu tertutup
sedimen. Ekosistem mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi,
menyerap CO2, dan menjadi tempat hidup biota laut seperti udang, ikan, kepiting,
dan lain-lain. Hutan mangrove di Kota Dumai memiliki luas 4.628,5 ha. Selama
10 tahun terakhir sejak tahun 2005-2015, luas hutan mangrove di Kota Dumai
mengalami penurunan sebesar 46,46%. Penurunan ini terjadi karena masih belum
adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove.
Dalam mengelola dan memelihara ekosistem mangrove secara lestari
diperlukan beberapa upaya atau tindakan, salah satunya adalah dengan melakukan
kuantifikasi jasa lingkungan yang diberikan oleh ekosistem mangrove yang biasa
disebut dengan valuasi ekonomi. Tujuan penilaian ekonomi antara lain
menentukan Nilai Ekonomi Total (NET). Secara total nilai ekonomi terdapat nilai
manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai pilihan dan nilai ekonomi
keberadaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan nilai ekonomi
hutan mangrove di kawasan Bandar Bakau Dumai. Penelitian ini dilakukan
dengan menghitung nilai manfaat langsung berupa ikan, udang dan langkitang
dengan mewawancarai 40 orang nelayan di TPI (Tempat Budidaya Ikan)
Pangkalan Sesai. Ikan yang paling sering ditangkap nelayan di sekitar Bandar
Bakau Dumai adalah serai, tenggiri, dan rajungan. Nilai manfaat tidak langsung
berupa potensi serapan karbon di hutan mangrove Bandar Bakau Dumai dengan
luas ± 11,70 ha dan total 12 plot pengamatan. Menggunakan Systematic Sampling
With Random Start ditemukan 3 jenis mangrove yaitu Rizhopora apiculata,
Xylocarpa granatum dan Avicenia Avicenia officinalis. Nilai pilihan berupa
keanekaragaman hayati dan nilai keberadaan berupa kesediaan masyarakat
membayar keberadaan hutan mangrove Bandar Bakau Dumai. Wawancara
dilakukan kepada masyarakat Desa Pangkalan Sesai yang berjumlah 44
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Bandar Bakau
Dumai mempunyai nilai ekonomi total sebesar Rp 26.174.647.678/tahun. Terdiri
dari nilai manfaat langsung ikan, udang dan langkitang sebesar
Rp25.609.908.000/tahun. Nilai manfaat tidak langsung dari penyerapan karbon
sebesar Rp401.552.210/tahun. Nilai opsi keanekaragaman hayati sebesar Rp
2.706.912/tahun dan nilai keberadaan berdasarkan WTP sebesar Rp
1.609.800,00/tahun. Nilai setiap manfaat ekosistem mangrove mempunyai
peranan yang sangat penting terhadap lingkungan. Jika hutan mangrove rusak
maka nilai manfaat ekosistem mangrove akan berkurang. Mengakibatkan
berkurangnya pendapatan nelayan dan terjadinya abrasi di pesisir pantai.
DAFTAR RIW
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-11-25T04:35:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah