Penetapan Harga Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Di Provinsi Riau
Siregar, Mey Rosalina
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Dinas Perkebunan dalam
menetapkan harga tandan buah segar (TBS) di Provinsi Riau. Penelitian ini didasari
dari harga TBS yang cenderung berbeda-beda disetiap pabrik kelapa sawit (PKS).
Hal ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan harga TBS yang diterima pekebun
kelapa sawit. Teori yang digunakan adalah teori Peran Pemerintah yang
dikemukakan Sondang P. Siagian dan teori Manajemen Pengawasan Menurut
Robbins And Caulter Dalam Satriadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif deskriptif dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan
sekunder. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi lapangan,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas
Perkebunan berperan dalam penetapan harga TBS dibantu oleh tim penetapan harga.
Penetapan harga barlaku bagi PKS yang menjalin kemitraan. Permasalahan yang
timbul adalah PKS yang ada di Provinsi Riau sebagian besar belum bermitra dengan
pekebun kelapa sawit dan pemerintah belum memiliki kewenangan untuk
memberikan sanksi terhadap PKS yang belum menjalin kemitraan tersebut.
penyebab kemitraan belum menyeluruh adalah kebijakan pemerintah belum mampu
menjangkau seluruh PKS yang ada di Provinsi Riau. Yang kedua, jarak antara kebun
sawit dengan PKS yang cukup jauh sehingga pekebun sawit cenderung menjual
hasil panennya ke toke sawit atau RAM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
dinas perkebunan sosialisasi dan pendampingan guna mengedukasi pekebun dan
PKS untuk menjalin kemirtaan. Dan mengedukasi pekebun untuk meningkatkan
kualitas hasil panen.
menetapkan harga tandan buah segar (TBS) di Provinsi Riau. Penelitian ini didasari
dari harga TBS yang cenderung berbeda-beda disetiap pabrik kelapa sawit (PKS).
Hal ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan harga TBS yang diterima pekebun
kelapa sawit. Teori yang digunakan adalah teori Peran Pemerintah yang
dikemukakan Sondang P. Siagian dan teori Manajemen Pengawasan Menurut
Robbins And Caulter Dalam Satriadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif deskriptif dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan
sekunder. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi lapangan,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas
Perkebunan berperan dalam penetapan harga TBS dibantu oleh tim penetapan harga.
Penetapan harga barlaku bagi PKS yang menjalin kemitraan. Permasalahan yang
timbul adalah PKS yang ada di Provinsi Riau sebagian besar belum bermitra dengan
pekebun kelapa sawit dan pemerintah belum memiliki kewenangan untuk
memberikan sanksi terhadap PKS yang belum menjalin kemitraan tersebut.
penyebab kemitraan belum menyeluruh adalah kebijakan pemerintah belum mampu
menjangkau seluruh PKS yang ada di Provinsi Riau. Yang kedua, jarak antara kebun
sawit dengan PKS yang cukup jauh sehingga pekebun sawit cenderung menjual
hasil panennya ke toke sawit atau RAM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
dinas perkebunan sosialisasi dan pendampingan guna mengedukasi pekebun dan
PKS untuk menjalin kemirtaan. Dan mengedukasi pekebun untuk meningkatkan
kualitas hasil panen.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-13T07:04:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah