Pengembangan Industri Kain Tenun Di Kota Pekanbaru
Anam, Misbahul
Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Industri Kain Tenun di Kota
Pekanbaru. Pengembangan pada industri merupakan suatu upaya kegiatan melakukan
pendayagunaan mengelola serta melakukan inovasi dalam rangka untuk
meningkatkan tumbuh kembang industri. Adapun fenomena yang ditemukan di dalam
penelitian ini yaitu kurang berkembangnya industri kain tenun di Kota Pekanbaru
karena tidak adanya penyuluhan pada indusri kain tenun oleh pemerintah dan tidak
adanya bantuan permodalan dari pemerintah untuk pengembangan industri kain
tenun. Tujuan dari penelitian ini yaitu, pada industri kain tenun dapat dijadikan
sebagai industri kecil menengah oleh masyarakat guna untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat dan mempercepat untuk lebih mandiri dalam upaya
mengembangkan potensi lokal serta pembangunan di setiap daerah. Berdasarkan
undang-undang tahun 2004 nomor 32 pada pasal 14 tentang pemerintah daerah
menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban di mana kewajiban
tersebut digunakan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah-daerah
termasuk IKM. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang
dikemukakan oleh Hafsah dalam buku Dinding (2021:244-255) terdapat tujuh upaya
yang diperlukan dalam pengembangan IKM yaitu: Penciptaan Iklim Yang Kondusif
Bantuan Permodalan, Perlindungan Usaha, Pengembangan Kemitraan, Pelatihan,
Mengembangkan Promosi, dan Mengembangkan Kerjasama Yang Setara. Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung. Hasil penelitian
pengembangan industri kain tenun di Kota Pekanbaru adalah bahwa pengembangan
industri kain tenun sudah dilakukan dengan baik, namun dalam pengembangannya
tidaklah signifikan yakni pada indikator bantuan permodalan dari pemerintah belum
terlaksana, sehingga pengembangan industri kain tenu di Kota Pekanbaru belum
terlaksana secara maksimal. disisi lain pengembangan pada industri kain tenun ini
juga terhambat karena harga pada kain tenun ini cukup mahal serta pengerjaan yang
cukup lama sehingga hanya masyarakat tertentu saja yang mampu membeli dan
ataupun dapat memiliki kain tenun.
Pekanbaru. Pengembangan pada industri merupakan suatu upaya kegiatan melakukan
pendayagunaan mengelola serta melakukan inovasi dalam rangka untuk
meningkatkan tumbuh kembang industri. Adapun fenomena yang ditemukan di dalam
penelitian ini yaitu kurang berkembangnya industri kain tenun di Kota Pekanbaru
karena tidak adanya penyuluhan pada indusri kain tenun oleh pemerintah dan tidak
adanya bantuan permodalan dari pemerintah untuk pengembangan industri kain
tenun. Tujuan dari penelitian ini yaitu, pada industri kain tenun dapat dijadikan
sebagai industri kecil menengah oleh masyarakat guna untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat dan mempercepat untuk lebih mandiri dalam upaya
mengembangkan potensi lokal serta pembangunan di setiap daerah. Berdasarkan
undang-undang tahun 2004 nomor 32 pada pasal 14 tentang pemerintah daerah
menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban di mana kewajiban
tersebut digunakan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah-daerah
termasuk IKM. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang
dikemukakan oleh Hafsah dalam buku Dinding (2021:244-255) terdapat tujuh upaya
yang diperlukan dalam pengembangan IKM yaitu: Penciptaan Iklim Yang Kondusif
Bantuan Permodalan, Perlindungan Usaha, Pengembangan Kemitraan, Pelatihan,
Mengembangkan Promosi, dan Mengembangkan Kerjasama Yang Setara. Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung. Hasil penelitian
pengembangan industri kain tenun di Kota Pekanbaru adalah bahwa pengembangan
industri kain tenun sudah dilakukan dengan baik, namun dalam pengembangannya
tidaklah signifikan yakni pada indikator bantuan permodalan dari pemerintah belum
terlaksana, sehingga pengembangan industri kain tenu di Kota Pekanbaru belum
terlaksana secara maksimal. disisi lain pengembangan pada industri kain tenun ini
juga terhambat karena harga pada kain tenun ini cukup mahal serta pengerjaan yang
cukup lama sehingga hanya masyarakat tertentu saja yang mampu membeli dan
ataupun dapat memiliki kain tenun.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-13T07:05:50Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah