Evaluasi Penggunaan Tap Changer Untuk Mengatasi Jatuh Tegangan Pada Penyulang Apel Pt.Pln (Persero) Up3 Pekanbaru
Syukur, Putra
Jatuh tegangan (voltage drop) adalah penurunan nilai tegangan listrik yang terjadi
sepanjang suatu konduktor atau rangkaian ketika arus listrik mengalir melaluinya.
Penurunan tegangan ini terjadi karena adanya hambatan atau resistansi pada material
konduktor dan pengaruh pembebanan, aliran arus listrik. Untuk mengatasi penurunan
tegangan pada transformator dapat dengan menggunakan tap changer sesuai standar
SPLN No.72 tahun 1987, transformator KT 568 harus dilakukan perubahan posisi tap
dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 18, 622 %, ke
posisi tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,499 %. Begitu juga
dengan transformator KT 854 harus dilakukan perubahan posisi tap dari posisi tap 3
dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942 %, ke posisi tap 5 ketika
dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8, 401 %, hasil simulasi dengan
menggunakan validasi ETAP 19 pada transformator KT 568 harus dilakukan
perubahan posisi tap dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan 18, 694 %, ke
tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,696 %. Dan transformator
KT 854 dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942
%, ke posisi tap 5 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,401 %.
naiknya tap akan membuat rasio perbandingan kumparan pada sisi primer dengan
sekunder akan berkurang karena tegangan sekunder yang diharapkan semakin tinggi.
sepanjang suatu konduktor atau rangkaian ketika arus listrik mengalir melaluinya.
Penurunan tegangan ini terjadi karena adanya hambatan atau resistansi pada material
konduktor dan pengaruh pembebanan, aliran arus listrik. Untuk mengatasi penurunan
tegangan pada transformator dapat dengan menggunakan tap changer sesuai standar
SPLN No.72 tahun 1987, transformator KT 568 harus dilakukan perubahan posisi tap
dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 18, 622 %, ke
posisi tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,499 %. Begitu juga
dengan transformator KT 854 harus dilakukan perubahan posisi tap dari posisi tap 3
dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942 %, ke posisi tap 5 ketika
dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8, 401 %, hasil simulasi dengan
menggunakan validasi ETAP 19 pada transformator KT 568 harus dilakukan
perubahan posisi tap dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan 18, 694 %, ke
tap 6 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,696 %. Dan transformator
KT 854 dari posisi tap 3 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 14, 942
%, ke posisi tap 5 dengan persentase jatuh tegangan ujung saluran JTR 8,401 %.
naiknya tap akan membuat rasio perbandingan kumparan pada sisi primer dengan
sekunder akan berkurang karena tegangan sekunder yang diharapkan semakin tinggi.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-02T06:49:33Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah