Efek Salinitas Dan Pirit Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman Padi (Oryza Sativa)
Laksamana, Hariy
Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia,
termasuk di Provinsi Riau, yang masih mengalami defisit beras akibat budidaya di
lahan suboptimal seperti lahan pasang surut. Lahan ini rentan terhadap salinitas
akibat intrusi air laut dan keberadaan pirit (FeS₂) yang teroksidasi menjadi asam
sulfat, menyebabkan stres osmotik, toksisitas ion, dan gangguan metabolisme.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek salinitas dan pirit terhadap morfologi dan
fisiologi benih padi fase pembibitan.
Penelitian dilakukan di UPT Perbenihan dan Sertifikasi Benih Tanaman
Pangan dan Hortikultura, Pekanbaru, dari Juni hingga September 2024,
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: salinitas (0, 50,
100 mM) dan pirit (0, 200, 400 mg), masing-masing diulang empat kali. Parameter
yang diamati meliputi daya tumbuh, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor,
kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, tinggi tanaman, laju pertumbuhan,
jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah stomata, dan nekrosis daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas dan pirit menurunkan daya
tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh, meskipun tidak selalu
signifikan secara statistik. Salinitas 100 mM menyebabkan penurunan indeks vigor
(86,67%) dan tinggi tanaman (14,96 cm pada minggu ketiga), sementara pirit
memperburuk kondisi melalui toksisitas logam berat. Kombinasi kedua cekaman
memperlambat laju pertumbuhan dan meningkatkan nekrosis daun, dengan panjang
nekrosis tertinggi (3,580 cm) pada salinitas 100 mM. Meskipun beberapa parameter
seperti jumlah daun meningkat sebagai respons adaptif, secara umum, kedua
cekaman saling memperburuk kondisi fisiologis tanaman. Salinitas dan pirit
menghambat pertumbuhan benih padi melalui stres osmotik dan toksisitas ion,
menegaskan pentingnya manajemen lingkungan dan pemilihan varietas toleran
untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan suboptimal.
termasuk di Provinsi Riau, yang masih mengalami defisit beras akibat budidaya di
lahan suboptimal seperti lahan pasang surut. Lahan ini rentan terhadap salinitas
akibat intrusi air laut dan keberadaan pirit (FeS₂) yang teroksidasi menjadi asam
sulfat, menyebabkan stres osmotik, toksisitas ion, dan gangguan metabolisme.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek salinitas dan pirit terhadap morfologi dan
fisiologi benih padi fase pembibitan.
Penelitian dilakukan di UPT Perbenihan dan Sertifikasi Benih Tanaman
Pangan dan Hortikultura, Pekanbaru, dari Juni hingga September 2024,
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: salinitas (0, 50,
100 mM) dan pirit (0, 200, 400 mg), masing-masing diulang empat kali. Parameter
yang diamati meliputi daya tumbuh, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor,
kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, tinggi tanaman, laju pertumbuhan,
jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah stomata, dan nekrosis daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas dan pirit menurunkan daya
tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh, meskipun tidak selalu
signifikan secara statistik. Salinitas 100 mM menyebabkan penurunan indeks vigor
(86,67%) dan tinggi tanaman (14,96 cm pada minggu ketiga), sementara pirit
memperburuk kondisi melalui toksisitas logam berat. Kombinasi kedua cekaman
memperlambat laju pertumbuhan dan meningkatkan nekrosis daun, dengan panjang
nekrosis tertinggi (3,580 cm) pada salinitas 100 mM. Meskipun beberapa parameter
seperti jumlah daun meningkat sebagai respons adaptif, secara umum, kedua
cekaman saling memperburuk kondisi fisiologis tanaman. Salinitas dan pirit
menghambat pertumbuhan benih padi melalui stres osmotik dan toksisitas ion,
menegaskan pentingnya manajemen lingkungan dan pemilihan varietas toleran
untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan suboptimal.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-15T08:31:34Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah