Evaluasi Kearifan Lokal Dalam Pelestarian Sumber Daya Mata Air Sikumbang Desa Pulau Sarak Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Mardiansyah, Yega
Hutan Adat Rumbio memiliki potensi air yang mendukung ekologi,
ekonomi, dan sosial, termasuk fungsi penting sumber mata air Sikumbang bagi
masyarakat adat Kenegerian Rumbio.. Mata Air Sikumbang dalam hutan
memainkan peran penting dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat sekitar
yang menerapkan kearifan lokal untuk menjaganya. Potensi sumber air ini di Desa
Pulau Sarak telah didukung oleh banyak penelitian, menegaskan pentingnya
kearifan lokal dalam pelestarian sumber daya air di hutan adat Penelitian ini
penting untuk mengevaluasi peran kearifan lokal dalam menjaga sumber mata air
Sikumbang dan memberikan pandangan tentang pengelolaan hutan untuk
pelestariannya. Hasil analisisnya akan menjadi dasar untuk mengambil langkahlangkah dalam menjaga keberlangsungan mata air tersebut.Tujuan dari penelitian
ini adalah mengevaluasi kearifan lokal yang ada di Hutan Adat Rumbio dalam
melestarikan sumber mata air sikumbang
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data menggunakan metode random sampling. Sampel penelitian
sebanyak 80 responden dipilih berdasarkan rumus Slovin dari populasi 400 kepala
keluarga tahun 2022. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis deskriptif kuantitatif yang dikumpulkan dengan metode wawancara
dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skala Likert untuk
mendapatkan pemahaman yang jelas dan objektif tentang peran dan bentuk
kearifan lokal dalam menjaga sumber mata air Sikumbang di Desa Pulau Sarak
Evaluasi terhadap kearifan lokal di Desa Pulau Sarak terhadap pelestarian
mata air Sikumbang menunjukkan dampak positif dalam menjaga ekosistem dan
kelestarian sumber air. Larangan aktivitas seperti menebang pohon tanpa izin,
memasuki hutan tanpa izin, dan berburu satwa liar, serta upaya penanaman di
sekitar bukit Sikumbang, mendukung regenerasi lingkungan dan memperkuat
identitas sosial masyarakat. Penilaian jawaban responden terhadap pengelolaan
kearifan lokal dalam menjaga pelestarian mata air sikumbang dengan nilai ratarata sangat baik 15,50%, baik 78,88% dan cukup 5,63%. Namun, evaluasi harus
mempertimbangkan kepatuhan masyarakat, efektivitas pengawasan, serta
perubahan lingkungan atau sosial yang dapat mempengaruhi keberlanjutan praktik
ini, dengan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk menjaga
keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan.
ekonomi, dan sosial, termasuk fungsi penting sumber mata air Sikumbang bagi
masyarakat adat Kenegerian Rumbio.. Mata Air Sikumbang dalam hutan
memainkan peran penting dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat sekitar
yang menerapkan kearifan lokal untuk menjaganya. Potensi sumber air ini di Desa
Pulau Sarak telah didukung oleh banyak penelitian, menegaskan pentingnya
kearifan lokal dalam pelestarian sumber daya air di hutan adat Penelitian ini
penting untuk mengevaluasi peran kearifan lokal dalam menjaga sumber mata air
Sikumbang dan memberikan pandangan tentang pengelolaan hutan untuk
pelestariannya. Hasil analisisnya akan menjadi dasar untuk mengambil langkahlangkah dalam menjaga keberlangsungan mata air tersebut.Tujuan dari penelitian
ini adalah mengevaluasi kearifan lokal yang ada di Hutan Adat Rumbio dalam
melestarikan sumber mata air sikumbang
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data menggunakan metode random sampling. Sampel penelitian
sebanyak 80 responden dipilih berdasarkan rumus Slovin dari populasi 400 kepala
keluarga tahun 2022. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis deskriptif kuantitatif yang dikumpulkan dengan metode wawancara
dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skala Likert untuk
mendapatkan pemahaman yang jelas dan objektif tentang peran dan bentuk
kearifan lokal dalam menjaga sumber mata air Sikumbang di Desa Pulau Sarak
Evaluasi terhadap kearifan lokal di Desa Pulau Sarak terhadap pelestarian
mata air Sikumbang menunjukkan dampak positif dalam menjaga ekosistem dan
kelestarian sumber air. Larangan aktivitas seperti menebang pohon tanpa izin,
memasuki hutan tanpa izin, dan berburu satwa liar, serta upaya penanaman di
sekitar bukit Sikumbang, mendukung regenerasi lingkungan dan memperkuat
identitas sosial masyarakat. Penilaian jawaban responden terhadap pengelolaan
kearifan lokal dalam menjaga pelestarian mata air sikumbang dengan nilai ratarata sangat baik 15,50%, baik 78,88% dan cukup 5,63%. Namun, evaluasi harus
mempertimbangkan kepatuhan masyarakat, efektivitas pengawasan, serta
perubahan lingkungan atau sosial yang dapat mempengaruhi keberlanjutan praktik
ini, dengan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk menjaga
keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-22T03:30:54Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah