Pengaruh Pemberian Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit Dan Pupuk Organik Cair Top G2 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt)
Simamora, Daniel
Jagung manis merupakan tanaman palawija yang bisa dijadikan pengganti
nasi sebagai sumber energi. Seperti namanya, jagung manis memiliki rasa yang
manis dan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bagi masyarakat yang memiliki
gaya hidup dengan mengkonsumsi gula rendah kalori. Permintaan akan jagung
manis selalu mengalami peningkatan sehingga produksi juga harus ditingkatkan,
seperti di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru yang masalahnya jenis tanah
yang didominasi oleh tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang
memiliki pH yang rendah dan kejenuhan Al yang tinggi, kandungan bahan
organiknya rendah. Oleh karena itu perlu adanya penambahan bahan amelioran
untuk mengatasi permasalahan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil budidaya
yaitu dengan penambahan bahan organik seperti limbah padat pabrik kelapa sawit
(solid) dan pupuk organik cair TOP G2. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh dan mendapatkan interaksi terbaik pemberian limbah padat
pabrik kelapa sawit dan POC TOP G2 terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis
(Zea mays saccharata Sturt).
Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu S (limbah padat pabrik kelapa
sawit), terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (Tanpa pemberian limbah padat pabrik kelapa
sawit), S1 (Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 1 kg/plot) dan S2
(Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot) dan faktor A (POC TOP
G2) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (Tanpa pemberian POC TOP G2), A1 (Pemberian
POC TOP G2 4 cc/l) dan A2 (Pemberian POC TOP G2 8 cc/l), dengan masingmasing 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri
dari 4 tanaman dan yang dijadikan sebagai sampel yaitu 2 tanaman. Data yang
diperoleh dianalisis ragam (Anova) jika Fhit ≥ Ftab 5% maka dilanjutkan dengan
uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit dan pupuk organik cair TOP G2
interaksinya memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman,
panjang daun dan jumlah daun, sedang parameter lebar daun berpengaruh tidak
nyata, dengan kombinasi pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot dan
pupuk organik cair TOP G2 8 cc/l memberikan hasil terbaik dan tertinggi terhadap
semua parameter pengamatan.
nasi sebagai sumber energi. Seperti namanya, jagung manis memiliki rasa yang
manis dan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bagi masyarakat yang memiliki
gaya hidup dengan mengkonsumsi gula rendah kalori. Permintaan akan jagung
manis selalu mengalami peningkatan sehingga produksi juga harus ditingkatkan,
seperti di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru yang masalahnya jenis tanah
yang didominasi oleh tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang
memiliki pH yang rendah dan kejenuhan Al yang tinggi, kandungan bahan
organiknya rendah. Oleh karena itu perlu adanya penambahan bahan amelioran
untuk mengatasi permasalahan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil budidaya
yaitu dengan penambahan bahan organik seperti limbah padat pabrik kelapa sawit
(solid) dan pupuk organik cair TOP G2. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh dan mendapatkan interaksi terbaik pemberian limbah padat
pabrik kelapa sawit dan POC TOP G2 terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis
(Zea mays saccharata Sturt).
Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu S (limbah padat pabrik kelapa
sawit), terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (Tanpa pemberian limbah padat pabrik kelapa
sawit), S1 (Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 1 kg/plot) dan S2
(Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot) dan faktor A (POC TOP
G2) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (Tanpa pemberian POC TOP G2), A1 (Pemberian
POC TOP G2 4 cc/l) dan A2 (Pemberian POC TOP G2 8 cc/l), dengan masingmasing 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri
dari 4 tanaman dan yang dijadikan sebagai sampel yaitu 2 tanaman. Data yang
diperoleh dianalisis ragam (Anova) jika Fhit ≥ Ftab 5% maka dilanjutkan dengan
uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit dan pupuk organik cair TOP G2
interaksinya memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman,
panjang daun dan jumlah daun, sedang parameter lebar daun berpengaruh tidak
nyata, dengan kombinasi pemberian limbah padat pabrik kelapa sawit 2 kg/plot dan
pupuk organik cair TOP G2 8 cc/l memberikan hasil terbaik dan tertinggi terhadap
semua parameter pengamatan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-19T07:52:10Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah