Klasifikasi Jenis Penyakit Kulit Pada Kucing Menggunakan Metode Cnn Yang Dioptimalkan Dengan Pso
Nopitriana, Nova
Penyakit kulit pada kucing merupakan infeksi yang menyerang permukaan kulit
dan dapat menular ke hewan lain maupun manusia. Dalam proses identifikasi,
kemiripan visual antar jenis penyakit sering menyulitkan klasifikasi manual.
dengan itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode CNN dan CNN
yang dioptimasi dengan PSO untuk mengklasifikasikan lima jenis penyakit kulit
kucing, yaitu abses, dermatitis alergi, feline acne, ringworm, dan scabies untuk
mempermudah identifikasi. CNN digunakan sebagai metode ekstraksi fitur
sekaligus klasifikasi, sedangkan PSO digunakan untuk mengoptimasi parameter
learning rate dan dropout. Dataset terdiri dari 5.415 citra hasil augmentasi, dengan
70% data latih, 15% data validasi, dan 15% data uji. Hasil terbaik diperoleh pada
model CNNPSO dengan akurasi uji sebesar 99,08% dan loss 0,0475. Sementara
CNN murni mencapai akurasi uji 98,65% dengan loss 0,2951. Evaluasi model
menggunakan confusion matrix menunjukkan nilai precision, recall, dan f1-score
berada di atas 98% - 100% untuk kedua model. Nilai AUC-ROC pada kedua
model mencapai 1,00 untuk semua kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi
PSO dapat meningkatkan performa CNN dalam klasifikasi citra penyakit kulit
kucing.
dan dapat menular ke hewan lain maupun manusia. Dalam proses identifikasi,
kemiripan visual antar jenis penyakit sering menyulitkan klasifikasi manual.
dengan itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode CNN dan CNN
yang dioptimasi dengan PSO untuk mengklasifikasikan lima jenis penyakit kulit
kucing, yaitu abses, dermatitis alergi, feline acne, ringworm, dan scabies untuk
mempermudah identifikasi. CNN digunakan sebagai metode ekstraksi fitur
sekaligus klasifikasi, sedangkan PSO digunakan untuk mengoptimasi parameter
learning rate dan dropout. Dataset terdiri dari 5.415 citra hasil augmentasi, dengan
70% data latih, 15% data validasi, dan 15% data uji. Hasil terbaik diperoleh pada
model CNNPSO dengan akurasi uji sebesar 99,08% dan loss 0,0475. Sementara
CNN murni mencapai akurasi uji 98,65% dengan loss 0,2951. Evaluasi model
menggunakan confusion matrix menunjukkan nilai precision, recall, dan f1-score
berada di atas 98% - 100% untuk kedua model. Nilai AUC-ROC pada kedua
model mencapai 1,00 untuk semua kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi
PSO dapat meningkatkan performa CNN dalam klasifikasi citra penyakit kulit
kucing.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-17T07:38:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah