Representasi Nilai Nilai Budaya Melayu Dalam Interaksi Sosial Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain
Erni, Erni
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai-nilai budaya
Melayu dalam interaksi sosial anak usia dini melalui aktivitas bermain di TK
Negeri Pembina 3 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
fenomena rendahnya kemampuan interaksi sosial anak serta semakin
berkurangnya minat anak terhadap permainan tradisional akibat pengaruh
permainan modern dan digital. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah
anak kelompok B usia 5–6 tahun yang berjumlah 15 orang, dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai-nilai budaya Melayu seperti sopan santun, kebersamaan, gotong royong,
saling menghargai, menolong, dan kerja sama terepresentasi melalui aktivitas
bermain tradisional seperti congkak, lompat tali, dan engklek. Aktivitas bermain
tersebut mampu meningkatkan interaksi sosial anak, seperti kemampuan
berkomunikasi, menunggu giliran, berbagi, bekerja sama, serta menyelesaikan
konflik secara sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas
bermain berbasis budaya Melayu berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai
budaya sekaligus mengembangkan interaksi sosial anak usia dini.
Melayu dalam interaksi sosial anak usia dini melalui aktivitas bermain di TK
Negeri Pembina 3 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
fenomena rendahnya kemampuan interaksi sosial anak serta semakin
berkurangnya minat anak terhadap permainan tradisional akibat pengaruh
permainan modern dan digital. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah
anak kelompok B usia 5–6 tahun yang berjumlah 15 orang, dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai-nilai budaya Melayu seperti sopan santun, kebersamaan, gotong royong,
saling menghargai, menolong, dan kerja sama terepresentasi melalui aktivitas
bermain tradisional seperti congkak, lompat tali, dan engklek. Aktivitas bermain
tersebut mampu meningkatkan interaksi sosial anak, seperti kemampuan
berkomunikasi, menunggu giliran, berbagi, bekerja sama, serta menyelesaikan
konflik secara sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas
bermain berbasis budaya Melayu berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai
budaya sekaligus mengembangkan interaksi sosial anak usia dini.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2026
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-04-27T04:38:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah