Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Tegakan Eucalyptus Pellita Di Hutan Tanaman Industri Pt. Arara Abadi, Distrik Sorek, Provinsi Riau
Karjaya, Karjaya
Eucalyptus pellita unggul untuk industri kertas karena pertumbuhan cepat
(fast growing species), rotasi panen pendek (4-6 tahun), tahan hama/penyakit, dan
produktif. pemanenan lahan yang terus-menerus dapat menurunkan hara tanah
dan mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah pada berbagai kelas umur sehingga
dapat menurunkan sifat fisik dan kimia tanah.
Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik sifat fisik dan kimia
tanah pada tegakan Eucalyptus pellita di berbagai kelas umur dan menganalisis
perbedaan sifat fisik dan kimia tanah kelas umur yang berbeda pada tegakan
Eucalyptus pellita di Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi, Distrik
Sorek. Sehingga dapat diperoleh gambaran penggunaan lahan terhadap kualitas
tanah dan memberi dasar untuk mengelola tanah di HTI.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif,
dengan tahapan kegiatan yaitu persiapan penelitian, melakukan survey
pendahuluan, penentuan blok tegakan terpilih sebagai penentuan sampel tanah
dengan pendekatan kelas umur yang berbeda meliputi umur 0, 1, 2, 3, dan
4 tahun. Sampel fisika tanah dan kimia tanah diambil secara purposive sampling,
kemudian dikomposit selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium. Parameter
pengujian sifat fisika tanah adalah tekstur dan kepadatan isi (bulk density) tanah.
Parameter pengujian sifat kimia tanah adalah pH, C-Organik, Kapasitas Tukar
Kation (KTK), Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada seluruh kelas
umur (0-4 tahun) berupa tanah lempung berpasir (sandy clay loam) dengan nilai
pasir 97,40% - 100%, lanau 37,21% - 63,64%, liat 4,89% - 12,16%, demikian
juga dengan parameter kepadatan isi (bulk density) tanah tergolong tinggi
(>1,65 gr/cm3
), kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan akar dan tanaman
pada tegakan Eucalyptus pellita. Sedangkan sifat kimia tanah menunjukkan
kondisi yang relatif kering unsur hara pada semua kelas umur, parameter pH
tanah sangat masam (SM) berkisar 3,92 – 4,34, KTK sangat rendah (SR) sampai
Rendah (R) : 2,028 meq/100gr – 6,931 meq/100gr, C-Organik sangat rendah
(SR) : 0,25 % – 0,62 %, Nitrogen (N) sangat rendah (SR) sampai rendah (R) :
0,07 % – 0,12 %, Fosfor (P) sangat rendah (SR) : 0,01 % – 0,02 %, Kalium (K)
sangat rendah (SR) : <0,001 % - 0,02 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring bertumbuhnya umur tegakan
Eucalyptus pellita terjadi penurunan kualitas fisik dan kimia tanah secara terus
menerus. Perlu dilakukan pengelolaan tanah untuk meningkatkan kualitas tanah
secara intensif seperti menambahkan bahan organik kompos/pupuk kandang,
pengelolaan silvikultur berkelanjutan, penggunaan mulsa organik, pemanfaatan
mikroorganisme, penerapan kebijakan teknik silvikultur, dan melakukan program
pengujian tanah secara periodik.
(fast growing species), rotasi panen pendek (4-6 tahun), tahan hama/penyakit, dan
produktif. pemanenan lahan yang terus-menerus dapat menurunkan hara tanah
dan mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah pada berbagai kelas umur sehingga
dapat menurunkan sifat fisik dan kimia tanah.
Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik sifat fisik dan kimia
tanah pada tegakan Eucalyptus pellita di berbagai kelas umur dan menganalisis
perbedaan sifat fisik dan kimia tanah kelas umur yang berbeda pada tegakan
Eucalyptus pellita di Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi, Distrik
Sorek. Sehingga dapat diperoleh gambaran penggunaan lahan terhadap kualitas
tanah dan memberi dasar untuk mengelola tanah di HTI.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif,
dengan tahapan kegiatan yaitu persiapan penelitian, melakukan survey
pendahuluan, penentuan blok tegakan terpilih sebagai penentuan sampel tanah
dengan pendekatan kelas umur yang berbeda meliputi umur 0, 1, 2, 3, dan
4 tahun. Sampel fisika tanah dan kimia tanah diambil secara purposive sampling,
kemudian dikomposit selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium. Parameter
pengujian sifat fisika tanah adalah tekstur dan kepadatan isi (bulk density) tanah.
Parameter pengujian sifat kimia tanah adalah pH, C-Organik, Kapasitas Tukar
Kation (KTK), Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada seluruh kelas
umur (0-4 tahun) berupa tanah lempung berpasir (sandy clay loam) dengan nilai
pasir 97,40% - 100%, lanau 37,21% - 63,64%, liat 4,89% - 12,16%, demikian
juga dengan parameter kepadatan isi (bulk density) tanah tergolong tinggi
(>1,65 gr/cm3
), kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan akar dan tanaman
pada tegakan Eucalyptus pellita. Sedangkan sifat kimia tanah menunjukkan
kondisi yang relatif kering unsur hara pada semua kelas umur, parameter pH
tanah sangat masam (SM) berkisar 3,92 – 4,34, KTK sangat rendah (SR) sampai
Rendah (R) : 2,028 meq/100gr – 6,931 meq/100gr, C-Organik sangat rendah
(SR) : 0,25 % – 0,62 %, Nitrogen (N) sangat rendah (SR) sampai rendah (R) :
0,07 % – 0,12 %, Fosfor (P) sangat rendah (SR) : 0,01 % – 0,02 %, Kalium (K)
sangat rendah (SR) : <0,001 % - 0,02 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring bertumbuhnya umur tegakan
Eucalyptus pellita terjadi penurunan kualitas fisik dan kimia tanah secara terus
menerus. Perlu dilakukan pengelolaan tanah untuk meningkatkan kualitas tanah
secara intensif seperti menambahkan bahan organik kompos/pupuk kandang,
pengelolaan silvikultur berkelanjutan, penggunaan mulsa organik, pemanfaatan
mikroorganisme, penerapan kebijakan teknik silvikultur, dan melakukan program
pengujian tanah secara periodik.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-04-30T05:10:37Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah