The Correlation Between Students’ Perception Of Competence And Cognitive Level On Writing In The English Language Education Study Program At Universitas Lancang Kuning
Halimah, Nur
Dalam Dalam pendidikan tinggi, menulis bukan sekadar keterampilan bahasa yang
bersifat produktif, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun
pengetahuan, menyusun alur penalaran, serta menunjukkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi. Dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, performa
menulis mencerminkan persepsi kompetensi sekaligus proses kognitif yang terlibat.
Meskipun berbagai perspektif teoretis menyatakan bahwa mahasiswa yang
memiliki persepsi diri yang positif terhadap kompetensinya cenderung lebih terlibat
dalam tugas-tugas kognitif yang kompleks, temuan empiris mengenai hubungan
antara persepsi kompetensi menulis dan tingkat kognitif masih menunjukkan hasil
yang beragam, khususnya dalam konteks EFL di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara
persepsi mahasiswa terhadap kompetensi menulis dengan tingkat kognitif mereka
dalam menulis pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas
Lancang Kuning. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional
dengan melibatkan 91 mahasiswa. Persepsi kompetensi menulis diukur melalui
angket skala Likert yang terdiri atas 10 butir pernyataan. Sementara itu, tingkat
kognitif dalam menulis diukur melalui tes berjumlah 40 soal, yang terdiri atas 30
soal pilihan ganda dan 10 soal esai yang disusun berdasarkan Taksonomi Bloom
Revisi dengan penekanan pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Data
dianalisis menggunakan Korelasi Product Moment Pearson setelah memenuhi
asumsi statistik yang dipersyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan secara statistik antara kedua
variabel (r = 0,136; p = 0,200). Meskipun mahasiswa yang memandang dirinya
lebih kompeten dalam menulis cenderung menunjukkan tingkat kognitif yang sedikit
lebih tinggi, kekuatan hubungan tersebut sangat rendah. Koefisien determinasi
menunjukkan bahwa persepsi kompetensi menulis hanya memberikan kontribusi
sebesar 1,8% terhadap variasi tingkat kognitif mahasiswa dalam menulis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi kompetensi menulis semata tidak
secara signifikan memprediksi performa kognitif mahasiswa dalam tugas menulis.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pencapaian kognitif tingkat tinggi dalam
penulisan akademik kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling
berinteraksi di luar persepsi diri, seperti strategi metakognitif, desain
pembelajaran, pengalaman akademik, serta sistem dukungan belajar dalam
lingkungan EFL.
bersifat produktif, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membangun
pengetahuan, menyusun alur penalaran, serta menunjukkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi. Dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, performa
menulis mencerminkan persepsi kompetensi sekaligus proses kognitif yang terlibat.
Meskipun berbagai perspektif teoretis menyatakan bahwa mahasiswa yang
memiliki persepsi diri yang positif terhadap kompetensinya cenderung lebih terlibat
dalam tugas-tugas kognitif yang kompleks, temuan empiris mengenai hubungan
antara persepsi kompetensi menulis dan tingkat kognitif masih menunjukkan hasil
yang beragam, khususnya dalam konteks EFL di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara
persepsi mahasiswa terhadap kompetensi menulis dengan tingkat kognitif mereka
dalam menulis pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas
Lancang Kuning. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional
dengan melibatkan 91 mahasiswa. Persepsi kompetensi menulis diukur melalui
angket skala Likert yang terdiri atas 10 butir pernyataan. Sementara itu, tingkat
kognitif dalam menulis diukur melalui tes berjumlah 40 soal, yang terdiri atas 30
soal pilihan ganda dan 10 soal esai yang disusun berdasarkan Taksonomi Bloom
Revisi dengan penekanan pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Data
dianalisis menggunakan Korelasi Product Moment Pearson setelah memenuhi
asumsi statistik yang dipersyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan secara statistik antara kedua
variabel (r = 0,136; p = 0,200). Meskipun mahasiswa yang memandang dirinya
lebih kompeten dalam menulis cenderung menunjukkan tingkat kognitif yang sedikit
lebih tinggi, kekuatan hubungan tersebut sangat rendah. Koefisien determinasi
menunjukkan bahwa persepsi kompetensi menulis hanya memberikan kontribusi
sebesar 1,8% terhadap variasi tingkat kognitif mahasiswa dalam menulis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi kompetensi menulis semata tidak
secara signifikan memprediksi performa kognitif mahasiswa dalam tugas menulis.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pencapaian kognitif tingkat tinggi dalam
penulisan akademik kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling
berinteraksi di luar persepsi diri, seperti strategi metakognitif, desain
pembelajaran, pengalaman akademik, serta sistem dukungan belajar dalam
lingkungan EFL.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2026
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-05-05T03:17:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah