IDENTIFIKASI DAN OBSERVASI HAMA PADA TANAMAN KAKAO (theobroma cacao l.) DI DESA CUBADAK KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
Khudri Sembiring, Al; Dinata, Marta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan
berbagai hama pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Cubadak Kecamatan
Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Peningkatan luas kebun
kakao ini juga menimbulkan dampak lainnya yang merugikan petani kakao yaitu salah
satu penyebab rendahnya produksi tanaman kakao tersebut adalah karena terserang
hama. Setiap tahun kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai jutaan rupiah setiap hektar
tanaman. Penyebab hama yang sering dijumpai pada tanaman kakao adalah jamur,
sedangkan bakteri atau virus jarang dijumpai dan tidak menimbulkan kerusakan yang
berarti. Gejala berbagai macam hama pada tanaman kakao dapat timbul pada berbagai
umur buah, daun, ranting dan batang. Penelitian menggunakan metode eksploratif
dengan melakukan orientasi langsung ke lapangan, dengan melakukan pengambilan
spesimen tanaman yaitu bagian tanaman kakao yang terserang berbagai macam gejala
hama yang timbul pada berbagai umur buah, daun, ranting dan batang. Spesimen
tanaman kakao yang terserang berbagai macam gejala hama yang diperoleh dimasukkan
dalam kantong plastik lalu disemprot dengan alkohol 70%, diinventarisasi lalu
diidentifikasi hama pada tanaman tersebut berdasarkan gejala yang ditimbulkan
tanaman. Berdasarkan pengamatan dan observasi warna kulit buah pudar, kemudian
diikuti dengan warna belang hijau kuning. Biji akan saling melekat pada buah yang
sudah tua dan tidak akan berbunyi ketika diguncang. Kepik Pengisap Buah pertanaman
kakao adalah Helopeltis spp. Family Miridae: Ordo Hemiptera). Jenis ini adalah hama
utama kakao yang hampir banyak dijumpai di seluruh provinsi di Indonesia. Jenis
Helopeltis yang menyerang tanaman kakao diketahui lebih dari satu spesies, yaitu H. Theivora, H. Claviver dan H. antonii,
Kata kunci : Hama Tanaman Kakao, Identifikasi
berbagai hama pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Cubadak Kecamatan
Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Peningkatan luas kebun
kakao ini juga menimbulkan dampak lainnya yang merugikan petani kakao yaitu salah
satu penyebab rendahnya produksi tanaman kakao tersebut adalah karena terserang
hama. Setiap tahun kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai jutaan rupiah setiap hektar
tanaman. Penyebab hama yang sering dijumpai pada tanaman kakao adalah jamur,
sedangkan bakteri atau virus jarang dijumpai dan tidak menimbulkan kerusakan yang
berarti. Gejala berbagai macam hama pada tanaman kakao dapat timbul pada berbagai
umur buah, daun, ranting dan batang. Penelitian menggunakan metode eksploratif
dengan melakukan orientasi langsung ke lapangan, dengan melakukan pengambilan
spesimen tanaman yaitu bagian tanaman kakao yang terserang berbagai macam gejala
hama yang timbul pada berbagai umur buah, daun, ranting dan batang. Spesimen
tanaman kakao yang terserang berbagai macam gejala hama yang diperoleh dimasukkan
dalam kantong plastik lalu disemprot dengan alkohol 70%, diinventarisasi lalu
diidentifikasi hama pada tanaman tersebut berdasarkan gejala yang ditimbulkan
tanaman. Berdasarkan pengamatan dan observasi warna kulit buah pudar, kemudian
diikuti dengan warna belang hijau kuning. Biji akan saling melekat pada buah yang
sudah tua dan tidak akan berbunyi ketika diguncang. Kepik Pengisap Buah pertanaman
kakao adalah Helopeltis spp. Family Miridae: Ordo Hemiptera). Jenis ini adalah hama
utama kakao yang hampir banyak dijumpai di seluruh provinsi di Indonesia. Jenis
Helopeltis yang menyerang tanaman kakao diketahui lebih dari satu spesies, yaitu H. Theivora, H. Claviver dan H. antonii,
Kata kunci : Hama Tanaman Kakao, Identifikasi
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lancang Kuning
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-12-31T07:05:58Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah