APLIKASI PUPUK RHIZOPLEX TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao.L)
Karo Karo, Adil
APLIKASI PUPUK RHIZOPLEX TERHADAP PERTUMBUHAN
BIBIT KAKAO (Theobroma cacao.L)
Oleh : Adil Karo – Karo
( Dibawah bimbingan : Muhammad Rizal dan Sri Utami Lestari )
RINGKASAN
Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang
strategis di Indonesia. kakao salah satu komoditas perkebunan sumber devisa negara, maka
memperluas usaha pertanaman maupun meningkatkan produkfitas areal pertanaman yang sudah
ada perlu dilakukan. Menurut Laporan Dinas Perkebunan Provinsi Riau (2011), produksi kakao di
Riau tahun 2009 adalah 4,573 ton dari luas areal 7,016 ha, sedangkan pada tahun 2010 produksi
3,321 ton dari luas areal 6,688 ha. Daerah penghasil kakao di Riau yaitu Kabupaten Indragiri Hilir
dan Kuantan Singingi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis Pupuk
Rhizoplex yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan secara
eksperimen menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), non faktorial perlakuan R
(pemberian Rhizoplex). Penelitian dilakukan dengan 5 (lima) taraf perlakuan dan 4 (empat )
ulangan, terdapat 20 (dua puluh) unit percobaan, tiap plot percobaan terdiri dari 4 (empat) tanaman
sehingga diperoleh 80 tanaman, 2 (dua) tanaman dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk Rhizoplex berpengaruh nyata terhadap
parameter tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah daun, dan panjang akar pada
pembibitan tanaman kakao. Dosis pupuk Rhizoplex yang memberikan hasil pertumbuhan yang
baik adalah 1,5 gr/poly bag
BIBIT KAKAO (Theobroma cacao.L)
Oleh : Adil Karo – Karo
( Dibawah bimbingan : Muhammad Rizal dan Sri Utami Lestari )
RINGKASAN
Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang
strategis di Indonesia. kakao salah satu komoditas perkebunan sumber devisa negara, maka
memperluas usaha pertanaman maupun meningkatkan produkfitas areal pertanaman yang sudah
ada perlu dilakukan. Menurut Laporan Dinas Perkebunan Provinsi Riau (2011), produksi kakao di
Riau tahun 2009 adalah 4,573 ton dari luas areal 7,016 ha, sedangkan pada tahun 2010 produksi
3,321 ton dari luas areal 6,688 ha. Daerah penghasil kakao di Riau yaitu Kabupaten Indragiri Hilir
dan Kuantan Singingi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis Pupuk
Rhizoplex yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan secara
eksperimen menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), non faktorial perlakuan R
(pemberian Rhizoplex). Penelitian dilakukan dengan 5 (lima) taraf perlakuan dan 4 (empat )
ulangan, terdapat 20 (dua puluh) unit percobaan, tiap plot percobaan terdiri dari 4 (empat) tanaman
sehingga diperoleh 80 tanaman, 2 (dua) tanaman dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk Rhizoplex berpengaruh nyata terhadap
parameter tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah daun, dan panjang akar pada
pembibitan tanaman kakao. Dosis pupuk Rhizoplex yang memberikan hasil pertumbuhan yang
baik adalah 1,5 gr/poly bag
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-12-31T07:33:40Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah